SEKEDAR SHARING...
By Junaidi
Balikpapan, 6 Juni 2009
Alhamdulillah, bisa libur lagi. Mumpung ada waktu, coba2 deh nulis sesuatu...
Jum'at kemaren, Khotibnya bersemangat sekali menyampaikan khotbahnya. Sederhana sih, tapi kena banget. Singkatnya dia menjelaskan tentang arti rasa takut yang pasti dimiliki setiap manusia, bagaimana cara menyikapi rasa takut itu dengan menyandarkannya pada ketauhidan kita kepada Tuhan. Lumayan, perumpamaan2 yg disajikan sangat banyak terjadi di kehidupan sehari-hari kita. Sehingga kita bisa mengerti betul yg mana dlm takaran Ikhtiar dan Tawakkal.
Banyak dari kita yang lupa, atau malah belum tahu tentang Islam. Tapi tidak banyak sarana untuk mempelajari dan memperdalamnya. Dan kalaupun ada, cuma sedikit yang mau mendatanginya.
Di sekolah2 umum, Ilmu Agama di "kompres" sepadat2nya, sehingga yg diketahui hanya berkisar masalah ibadah yg umum dilakukan, itupun hanya sekedar cara dan bagaimana bacaannya...
Apakah memang ga penting?
Kalau memang penting, kenapa tidak dipelajari?
Apa karena takut nanti jadi 'tahu'? (kan, kalau ga tau = ga berdosa kalu salah!)
Kalau begitu, siap2 aja nanti bermunculan lagi aliran2 sesat yang baru...
Trus kita tidak berani menyikapinya, karena tidak tahu cara menyikapinya. Toh, tujuan kita memeluk Islam cuma yang penting kita udah tahu ibadah2 umum, seperti sholat, pasa, zakat haji dsb. tanpa didasari Ketauhidan yang kuat.
Coba kita lihat...
Berapa banyak lembaga pendidikan yang menawarkan berbagai produk agar bisa berbahasa asing dengan baik dan benar. Sedangkan tempat belajar membaca Al-quran dengan Tajwid yang benar sangat jarang ditemukan.
Berapa banyak pejabat, artis, dan orang terkemuka lainnya kita kenal dengan sedetail-detailnya bahkan sampai apa yang dilakukannya kita ikuti. Sedangkan Nabi Muhammad S.A.W, nabi kita sendiri kita cuma tahu tanggal lahir dan Isra mi'rajnya (Itupun karena masih termasuk dalam hari2 besar). Kalaupun ada yang senang memuji-muji Beliau, dibilang mengkultuskan... Huh!
Ironis memang!
Anak2 kita lebih hapal lagu2 band kesayangannya daripada 25 Nabi dan 10 malaikat yg wajib kita ketahui...
Pemudi2 kita lebih bangga memperlihatkan auratnya daripada menympannya untuk suaminya kelak.
Pemuda2 kita lebih malu ketahuan rajin ibadah daripada rajin ber-maksiat.
Parahnya lagi, kita lebih prihatin kepada teman yang menikah diusia muda daripada yang masih pacaran bertahun-tahun.
Orang Kaya bilang, nanti aja pergi haji karena belum siap mental menyandang title haji.
Orang muda bilang, nanti aja belajar agama kalo sudah tua.
Melihat keadaan ini apa kita tidak berpikir, berapa banyak Orang yang merasa belum siap masuk surga padahal di waktu itu juga dia sangat bersiap2 masuk neraka...
Banyak juga dari kita yang menganggap organisasi kemasyarakatan (Islam) itu sebagai suatu aliran Islam, padahal itu cm sebuah perkumpulan yang kebetulan dalam beribadah ada sedikit perbedaan pada sunnahnya dan pada rukun tetap sama (Umumnya dibilang Khilafiyah). Dan perbedaannya selalu dibesar2kan hingga menjadi penghalang untuk bersatu dalam memajukan umat Islam...
Jadi yang memecah umat Islam bukan cuma orang lain, tapi orang Islam itu sendiri... Karena tadi, pemahaman tentang agama kita sangat sedikit dan sangat sangat rendah... Ditambah lagi sikap cuek baik dari diri sendiri, orang tua, “ulama”, dan pemerintah...
"Yang penting bisa ngaji n sholat juga udah cukup! Perkara nanti benar atau salah itu urusan nanti!"
Mari kita pikirkan dan perbaiki lagi, mumpung belajar agama masih murah dan guru agam belum langka.
Perdalam Tauhid, Perbaiki Fiqih yang sudah kita yakini, Pelajari lagi Al-quran dan Hadist sebisa mungkin...
Jangan takut dibilang Islam Fanatik atau dibilang Garis keras!
Karena istilah2 itu hanya keluar dari orang2 yang memiliki pemahaman dan pengamalan Islam yang lemah dan merasa tidak sanggup mempelajari Islam.
Yakinlah, Islam adalah agama yang paling sempurna dan tidak akan membawa mudharat sedikitpun bagi umatnya...
Wassalam.
06 Juni 2009
Sekedar Sharing
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 comments:
Posting Komentar