01 Juni 2009

Children

Bayi

Oleh: AsianBrain.com Content Team

http://www.asianbrain.com/

Pernahkah Anda membayangkan, betapa banyak hal menakjubkan dari bayi? Jika Anda sebagai orang tua yang pernah memiliki bayi, mungkin Anda akan memiliki pengalaman ajaib tersendiri. Bagi yang belum memiliki, mungkin Anda bisa merasakan dari bayi yang ada di sekitar Anda. Betapa membahagiakan mendengarkan tangisnya untuk pertama kali. Apalagi jika yang Anda dengar adalah tangis bayi Anda sendiri.

Sebagai ibu, kehadiran bayi akan membuat Anda tidak pernah sama. Anda akan selalu mengutamakan bayi Anda di atas siapapun, Anda akan mengambil lebih sedikit untuk diri sendiri dan memberi lebih banyak padanya. Anda pun akan mencoba menjadi orang yang lebih baik untuk memberi contoh baginya.

Mungkin Anda merasa capek merawat bayi Anda seharian. Namun cobalah untuk mengamati pada saat dia tidur pada malam hari. Maka Anda akan terlupa akan letih yang Anda rasakan..Ketika Anda menggendongnya, maka Anda akan merasa besar, kuat, penting, bertanggungjawab, dan benar benar merasa dibutuhkan. Kehadirannya bisa jadi membuat Anda merindukan waktu untuk diri sendiri, Hingga ketika akhirnya waktu itu ada, Anda justru segera menginginkan bayi Anda lagi.

Betapa tidak, tatapan seorang bayi akan mengingatkan bahwa Anda mempunyai jiwa dan bayi itu telah menemukannya. Suara tawa bayi adalah obat manjur untuk stress. Senyuman seorang bayi bisa membuat Anda terlupa dengan segala rencana. Bahkan ketika Anda mengingat kembali rencana Anda, maka Anda akan merasa rencana tersebut sudah tidak penting lagi.

Bayi Anda adalah tantangan bagi Anda, sehingga Anda harus mengeluarkan kemampuan terbaik Anda untuknya. Ketika Anda harus memandikan bayi Anda pertama kali, mungkin inilah salah satu hal paling berani yang pernah Anda lakukan.

Namun ingatlah juga, betapa bayi Anda sangat pemaaf, Mereka akan dengan senang hati mendengar Anda menyanyi, meskipun suara Anda sumbang. Mereka akan tertawa mendengar lelucon dan gurauan Anda, meski berapa kali Anda mengulanginya.

Bayi dibungkus dengan semua harapan dan impian Anda, namun Anda harus melonggarkan bungkusan itu agar mereka punya tempat untuk tumbuh. Anda tidak perlu membandingkan bayi Anda dengan siapapun. Apapun yang cocok untuk bayi teman Anda, belum tentu cocok untuk bayi Anda. Mereka memilliki keunikan tersendiri.

Bayi Anda tidak memerlukan Anda menjadi sempurna, mereka hanya perlu keberadaan Anda. Pada saat inilah Anda akan mengerti dan memahami apa yang diberikan oleh orang tua Anda kepada Anda dahulu.

Perkembangan Bayi

Oleh: AsianBrain.com Content Team

http://www.asianbrain.com/

Jika kita amati, perkembangan bayi sungguh amat menakjubkan. Bayi berkembang sepanjang waktu, dari hari ke hari, bulan demi bulan. Tidak ada patokan khusus untuk mengukur tumbuh kembangnya, akan tetapi dapat kita lihat petunjuk secara umum dari beberapa bayi.

Perkembangan bayi berbeda satu dengan yang lain. Sebagai orang tua, sudah seharusnya memonitor perkembangan bayinya. Berikut adalah hal yang mungkin bisa dilakukan bayi pada tiap usianya :



Perkembangan bayi usia 1 bulan

  • Secara refleks dapat memegang benda yang menyentuh telapak tangannya.


Perkembangan bayi usia 2 bulan

  • Dapat menatap
  • Dapat tersenyum
  • Bersuara 'a', 'e', 'h'


Perkembangan bayi usia 3 bulan

  • Menggerakkan benda yang dipegangnya
  • Memandang gerakan benda dengan bola mata sampai ke sudut matanya


Perkembangan bayi usia 4 bulan

  • Bermain dengan kedua tangan dan memasukkan tangan ke dalam mulutnya
  • Tertawa dan bisa diajak untuk bercanda
  • Tengkurap
  • Memegang benda dengan berusaha meraih dari tangan kita


Perkembangan bayi usia 5 bulan

  • Menggulingkan badan
  • Menyentuh mainan dan memiliki keinginan untuk meraih benda - benda yang kita pegang
  • Membedakan suara


Perkembangan bayi usia 6 bulan

  • Bertopang pada kedua tangan
  • Memindahkan mainan dari satu tangan ke tangan lainnya
  • Menoleh


Perkembangan bayi usia 7 bulan

  • Membalikkan badan
  • Bermain dengan tangan dan kaki
  • Mulai mengoceh


Perkembangan bayi usia 8 bulan

  • Belajar untuk duduk
  • Memperhatikan gerak - gerik orang yang ada disekitarnya dan benda - benda lain
  • Tertarik pada bayangannya sendiri dalam cermin


Perkembangan bayi usia 9 bulan

  • Merayap
  • Dapat berdiri tegak bila dipegang
  • Main cilukba atau petak umpet


Perkembangan bayi usia 10 bulan

  • Berayun pada tangan dan lutut
  • Belajar berdiri sambil berpegangan
  • Menjepit benda dengan kedua jari tangan


Perkembangan bayi usia 11 bulan

  • Merangkak
  • Berjalan ke samping dengan rambatan
  • Berjalan bila kedua tangan dipegang


Perkembangan bayi usia 12 bulan

  • Berjalan sendiri
  • Bermain kejar - kejaran


Meski demikian, Anda tidak perlu khawatir jika pada usia tertentu, bayi Anda belum dapat melakukan seperti yang tertera di atas. Anda bisa berkonsultasi ke dokter jika merasakan perkembangan bayi Anda terasa lambat.

Tentang Penulis: AsianBrain.com Content Team. Asian Brain adalah pusat pendidikan Internet Marketing PERTAMA & TERBAIK di Indonesia. Didirikan oleh Anne Ahira yang kini menjadi ICON Internet Marketing Indonesia. Kunjungi situsnya: www.AsianBrain.com

Si kecil tumbuh begitu cepat. Untuk memantau perkembangannya, Anda perlu mengetahui tahapan kecerdasan yang harus dicapai bayi tiap bulannya.

Perkembangan kecerdasan bayi mencakup kemampuan perseptual, motorik, kognitif dan keterampilan sosial. Bila tahapan perkembangannya ada yang tidak tercapai, berarti perlu ada yang harus diwaspadai. Inilah standar yang sudah dibakukan berdasarkan penelitian statistik terhadap mayoritas bayi normal. Bila terdapat keterlambatan perkembangan yang tidak terlalu ekstrem, Anda tidak perlu cemas, karena perkembangan setiap bayi memang berbeda-beda. Namun, jika bunda merasa perkembangan buah hati terlalu lambat, saatnya berkonsultasi dengan dokter anak yang menangani tumbuh-kembang balita.

Umur bayi

Tahapan perkembangan

Hal yang disukai bayi

Waspada bila

0-1 bulan

Menunjukkan perilaku pemicu kasih sayang, menangis, meringkuk, mendekut, Mengangkat kepala, Tangan terkepal erat, Menangis, mendengkur, tersenyum, menangis di saat tidur, penglihatan masih buram , Tidur, bangun, makan, secara tidak menentu, Tingkah lakunya lebih sering dilakukan secara refleks

Sentuhan kulit dengan kulit, digendong dengan tangan atau gendongan, makan tanpa dijadwal, mengadakan kontak mata, dan mendengar suara bunda

2 bulan

Terhubung secara visual dengan bunda
Lengan dan kaki relaks, kepala diangkat setinggi 45 derajat, kepala masih terhuyung bila digendong dalam keadaan duduk
Sebagian jari mulai membuka, mulai dapat menggenggam giring-giring
Ia bisa menjerit, membuat suara seperti sedang minum, dada berbunyi
Tersenyum dengan responsif, bisa membaca suasana hati orangtua, sibuk dengan ibu jarinya, mengadakan kontak mata, memerhatikan orang yang bergerak, menangis bila diturunkan dari gendongan
Mulai senang berkomunikasi, protes bila kebutuhannya tidak terpenuhi, memberi isyarat.
Membuat asosiasi bahwa tangisan berarti digendong atau disusui

Digendong dalam kain gendongan, melihat ke arah yang bergerak, suka musik klasik, berbaring di dada ayah

3 bulan

Memainkan tangan
Lengan dan kaki digerakkan secara sempurna, dapat membuat gerakan bebas dan memutar
Kepala diangkat lebih tinggi dari punggung, kepala bisa diangkat tegak saat digendong
Berguling
Sudah bisa menggoyangkan giring-giring, bisa mengisap ibu jari
Membuat suara lebih keras, mulai tertawa
Bisa menyebabkan orang bereaksi dengan senyum, tangisan, dan bahasa tubuh

Bersandar di dada bunda, bermain dengan tangannya sendiri, menunjuk ke sesuatu yang bergerak

4 bulan

Bisa mengamati dengan akurat, sudah bisa mengangkat lengan ketika ingin digendong, tertawa geli bila digelitik
Bisa memeluk dengan dua tangan, menggenggam, memegang dada bunda
Mengangkat dada dan perut atas saat tengkurap
Tahu bahwa orang dan benda memiliki nama (contohnya kucing)

Menyapa si pengasuh dan mengajaknya bermain, memainkan jemari, bermain dengan mainan bayi, menggelindingkan bola, posisi menghadap ke depan bila digendong

5 bulan

Meraih sesuatu dengan satu tangan
Berguling ke belakang, bisa melakukan posisi push-up, bisa mengjangkau jari kaki, mainan dapat dipindahkan dari tangan yang satu ke tangan lainnya dan ke mulut
Menengok ke arah orang yang berbicara, berusaha meniru suara-suara, tertarik pada warna, menggunakan tangan untuk mendorong bila ia sedang tidak mau diganggu

Mendorong dengan menggunakan kaki, memencet hidung bunda, menarik rambut, meraba dan menyembunyikan mainannya, duduk di kursi bayi dan bermain di pangkuan, bermain cilukba

6 bulan

Duduk sendiri, berguling-guling, berdiri dengan berpegangan
Menunjuk mainan, sudah bisa menjumput
Senang akan suaranya: berteriak, tertawa, menggeram, serta meniru sikap wajah dengan lebih baik
Lebih lama bermain

Bermain dengan balok-balok, membanting mainan, diayun-ayun, bila digendong posisinya berubah menjadi di pinggang

6-9 bulan

Merangkak, duduk tegak, mendorong badan ke atas sampai berdiri, menjumput denganibu jari dan telunjuk, makan sendiri (berantakan), menjatuhkan mainan
Terus merespon bila namanya disebut

Bergoyang seirama musik, bermain cilukba, memainkan makanan, permainan yang menggunakan kata-kata dan irama, menggelindingkan bola, tertarik pada objek kecil

9-12 bulan

Sering merangkak, dari duduk bisa menjadi merangkak sendiri, berkeliling di sekitar perabotan, berdiri tanpa berpegangan, langkah pertama masih kaku, belum tegap
Menggenggam erat, menunjuk dan mencongkel dengan jari telunjuk, menumpuk dan menjatuhkan balok-balok, menunjukkan dominasi tangan
Mengatakan “mama” dan “dada”, mengerti kata ‘tidak’, mengerti sikap tubuh seperti melambaikan tangan
Menunjukkan ingatannya akan kejadian yang baru berlalu, ingat letak mainannya ketika tertutupi
Berhenti menangis ketika bertemu bunda, menunjukkan kegelisahan akibat perpisahan

Bermain dengan wadah-wadahan: mencampur, mengisi, menimbun. Merogoh isi kantong ayah, mengamati diri sendiri di depan cermin, membanting dan mencocokkan tutup dengan wadah, menumpuk dua atau tiga balok

  • Belum bisa merangkak
  • Belum bisa tengkurap
  • Tidak dapat mengambil barang yang berada di depannya
  • Belum bisa mengucapkan sepatah kata
  • Belum bisa menirukan gerakan tubuh, tidak bisa melambaikan tangan atau menggelengkan kepala
  • Belum bisa menunjuk barang atau gambar

12-15 bulan

Berjalan
Menggunakan peralatan seperti sikat gigi dan sisir, memegang botol, lebih gampang dipakaikan baju
Mengucapkan 4-6 kata yang dapat dimengerti, mengenali nama dan menunjuk ke orang yang ia kenal, tertawa saat melihat gambar lucu
Mulai mempelajari cara mencocokkan sesuatu

Mendorong dan menarik mainan ketika berjalan, melempar bola, permainan dengan menyentuh, mengosongkan laci dan mengmbil isinya, menjelajahi bahu ayah, berbicara pada mainan, meniru suara binatang

15-18 bulan

Mengerti bahasa sederhana, mengendarai mainan beroda empat, mencoba menendang bola walau sering meleset, membuka laci, menurut ketika dipakaikan baju, mengonsumsi makanan berkuah
Mengatakan 10-20 kata yang bisa dimengerti
Mengamati bermacam bentuk, mengenali gambar di buku
Berlari walau kadang-kadang terjatuh

Mendorong kereta mainan, mengetukkan palu karet mainan, melakukan permainan bagian-tubuh “mana Hidung”, menari seirama dengan musik, memutar dan menekan kenop, bermain cilukba dan berkejaran

  • Belum bisa berkata setidaknya 15 kata

18-24 bulan

Lancar berjalan dan berlari, bisa memanjat keluar dari ranjangnya, membuka pintu, menaiki tangga tanpa bantuan
Mengerti bahasa sehari-hari
Membuka bungkusan, mencuci tangan, duduk di kursi tanpa bantuan
Mengatakan 20-25 kata yang bisa dimengerti
Mencari tahu segala sesuatu sebelum melakukannya, menggambar lingkaran, membuat garis, mengerti dua perintah sekaligus

Menarik kereta mainan, membantu di dalam rumah, berjungkir balik, berdiri di atas pijakan, menggunakan rak, meja, dan kursinya sendiri untuk bermain, “membaca” buku bergambar sambil membalik-balik halaman

  • Belum bisa berjalan
  • Setelah bisa berjalan, berjalannya abnormal
  • Belum bisa merangkai kalimat dari dua kata
  • Belum tahu fungsi alat-alat yang sering dipakai di rumah seperti telepon, sendok, gelas.
  • Belum mampu menirukan gerakan tubuh atau kata
  • Belum bisa menggerakkan mainan beroda.

3 tahun

Berdiri dengan satu kaki

Senang bermain air

  • Masih sering terjatuh saat berjalan
  • Ucapannya tidak jelas
  • Belum bisa menyusun balok
  • Belum bisa berkomunikasi
  • Belum bisa bermain sebagai ayah/ibu
  • Belum bisa memahami perintah sederhana
  • Tidak tertarik pada anak lain
  • Susah berpisah dengan ibu.

4 tahun

Berlari, melompat, memanjat, naik sepeda roda tiga

Menanyakan sederet pertanyaan setiap hari

  • Belum bisa melempar bola
  • Belum bisa melompat
  • Belum bisa naik sepeda roda tiga
  • Masih menangis bila ditinggal pergi orang tuanya
  • Tidak suka permainan interaktif
  • Tidak acuh pada anak lain

5 tahun

Melompat dengan satu kaki, memanjat, bermain sepatu roda, bermain sepeda

Belajar berbahasa lebih baik, bahkan juga bahasa asing

  • Sangat penakut
  • Berprilaku agresif
  • Sulit berpisah dari orang tuanya
  • Tidak mampu berkonsentrasi lebih dari 5 menit
  • Tidak tertarik pada anak lain
  • Merespon orang di sekitarnya dengan datar.

Berat Badan Bayi

Oleh: AsianBrain.com Content Team

http://www.asianbrain.com/

Berapa berat badan bayi Anda ketika lahir? Dan, bagaimana perkembangannya sekarang? Sering kita jumpai, bayi-bayi yang lahir dengan berat badan rendah, akan lebih cepat bertambah berat badannya, seakan-akan mengejar ketinggalannya. Sedangkan bayi-bayi yang besar pada waktu lahir, umumnnya sering tumbuh lambat. Pertambahan ini akan sangat dipengaruhi oleh banyaknya makanan dan keaktifan pencernaan, jenis makanan, dan lain-lain.

Anda dapat memantau perkembangan status gizi bayi Anda secara berkala setiap bulan dengan cara menimbang berat badan bayi dan mengukur panjang badannya. Idealnya, berat badan bayi berada di garis normal pada grafik pertumbuhan. Ini artinya, pertambahan berat badannya seimbang dengan pertambahan tinggi badan dan usia.

Pola pertumbuhan berat badan bayi/BB (weight) dan panjang badan/PB (length) bayi digambarkan dalam Kurva Pertumbuhan atau Weight/Length Chart. Rentangnya dari 5% sampai 95%. Apabila bayi berada dalam chart tersebut, maka bayi masih dikatakan normal. Namun, berada di luar chart baik lebih rendah atau lebih tinggi tidak bisa dinilai ada kelainan, harus diperiksa penyebabnya apa. Misalnya faktor genetik. Memeriksakan dan berdiskusi dengan dokter adalah jalan terbaik.

Ada dua kelompok bayi menurut berat badannya. Pertama, berat badan bayi yang begitu lahir memiliki bobot lebih dari 3.900 gram. Berat badan normal bayi sekitar 2.500-3.800 gram. Kondisi yang dikenal sebagai giant baby, dan dapat terbawa sampai anak tumbuh dewasa.

Kelompok kedua adalah berat badan bayi sewaktu lahir tergolong normal, namun pada masa pertumbuhannya naik cukup banyak hingga melebihi ambang batas grafik pertambahan berat badan. Bayi seperti ini diistilahkan sebagai bayi dengan berat badan di atas rata-rata. Kondisi ini umumnya disebabkan pola makan bayi yang berlebihan dan asupan gizi yang tidak seimbang.

Obesitas diklasifikasikan berdasarkan hasil pengukuran berat badan bayi dibandingkan panjang badannya. Terjadi obesitas ringan jika perbandingan berat badan bayi terhadap panjang badan antara 120-135%, sedangkan disebut obesitas berat bila perbandingan berat badan bayi terhadap panjang badannya antara 150-200%. Bila berat badan bayi naik berlebihan dalam kurun waktu 1-3 bulan di atas rata-rata penambahan berat badan bayi, segeralah berkonsultasi ke dokter dengan lebih intensif.

Sering kita dapati orang tua membanding-bandingkan berat badan bayinya dengan bayi lain. Jika tidak semontok yang lain, maka akan langsung menyimpulkan kalau bayinya kekurangan gizi, kurang sehat, dan sebagainya. Tentu hal ini tidak benar. Fisik bayi yang kurus tidak selalu menandakan dia bermasalah, selama berat badan bayi masih dalam range normal pada grafik pertumbuhan. Adakalanya badan bayi bertambah panjang sehingga kelihatan kurus, padahal berat badan bayi tetap naik.

Hal yang paling penting adalah setiap anak itu unik, berbeda, dan memiliki ciri khas tersendiri. Anda tidak bisa membandingkan dengan kakak ataupun adiknya. Karenanya, tentu tidak bijaksana untuk membanding-bandingkan mereka.

Perawatan Bayi

Oleh: AsianBrain.com Content Team

Membahas perawatan bayi memang gampang-gampang susah. Bukan cuma butuh kesabaran, tapi perlu pengetahuan tentang bagaimana perawatan bayi yang benar. Merawat bayi akan segera menjadi sikap alami. Namun ingat, cara Anda selalu berbeda dengan orang lain. Perawatan bayi adalah mencari cara yang paling cocok bagi Anda dan bayi Anda.

Perawatan bayi menyangkut banyak hal. Dimulai ketika mengangkat bayi, saat mengganti baju, memandikan, atau memberinya makan, peganglah dengan erat dan penuh percaya diri. Bicaralah secara perlahan dan lembut, sambil melakukan kontak mata.

Mengangkat bayi
Menggendong dan merangkul bayi akan membuatnya merasa aman dan dicintai. Mungkin tidak mudah pada awalnya, namun Anda akan semakin terbiasa dengan sering melakukannya.

  • Berdiri menghadap ke arahnya, susupkan satu tangan ke bawah kepala dan lehernya, dan tangan lain ke pantat.
  • Angkat perlahan dan lembut kearah dada, putar kepalanya kearah lekukan siku, lalu sangga tubuhnya dengan lengan Anda.
  • Saat meletakkannya, pegang kepala dan pantatnya. Tarik terlebih dahulu tangan dari pantat, kemudian tarik tangan yg dibawah kepala.


Menggendong bayi
Termasuk dalam perawatan bayi termasuk juga menggendong bayi. Bayi baru lahir belum dapat menegakkan kepalanya. Anda harus menyangganya agar tidak terkulai. Gunakan gendongan agar ia dekat dengan tubuh Anda, sementara tangan Anda bisa melakukan pekerjaan lain.

Memakaikan baju
Kebanyakan bayi tidak menyukai baju yang dimasukkan melalui kepala. Ada baiknya Anda membeli baju yang berkancing atau bertali depan atau samping.

Mengganti popok
Untuk menghindari ruam popok, gantilah sesegera mungkin ketika basah atau kotor.Perlu diketahui, perawatan bayi baru lahir perlu mengganti popok 10 hingga 12 kali sehari.

Perawatan bayi dari ujung kepala sampai ujung kaki
Dalam melakukan perawatan bayi baru lahir sebenarnya tidak perlu dimandikan setiap hari. Diantara waktu mandi, bersihkan tubuh bayi dengan mengelapnya dari ujung kepala sampai kaki. Caranya, buka baju bayi sebentar, bersihkan bagian yang perlu, seperti wajah, tangan, dan bagian kemaluan. Jangan membersihkan bagian dalam hidung atau kuping, karena lender dan selaput keduanya dapat membersihkan sendiri. Usaplah bagian yang kotor dengan kapas basah.

Memandikan
Termasuk dalam perawatan bayi adalah memandikannya dengan benar :

  • Siapkan terlebih dahulu keperluan mandi,
  • Isi air hangat ke bak mandi, periksa suhunya dengan sikut.
  • Buka baju, bungkus dengan handuk di pangkuan Anda. Usap matanya dengan kapas yang telah dibasahi dengan air matang dingin. Bersihkan daerah sekitar wajah dan mulut.
  • Keramasi rambutnya, pegang kepalanya di atas bak mandi. Keringkan. Lepaskan handuk, letakkan satu tangan di bawah pundaknya, dan tangan lain di pantat, lalu masukkan bayi secara perlahan ke bak mandi.
  • Tahan leher dan pundaknya, sabuni dan bilas dengan tangan Anda yang bebas. Pegang pantatnya dan angkat. Bungkus dengan handuk, tepuk-tepuk agar kering. Biarkan bayi terbungkus handuk saat Anda memakaikan baju dan popoknya.


Menidurkan
Waktu tidur bayi berbeda-beda. Rata-rata bayi baru lahir akan bangun selama 6-8 jam setiap 24 jam, dan biasanya tidur di siang hari 3-5 jam.

Menangis
Menangis adalah cara bayi Anda memberitahu kebutuhannya. Secara bertahap, Anda akan belajar membedakan tangisannya. Antara tangisan lapar atau lelah. Dengan demikian Anda bisa memberikan perawatan bayi dengan benar. Bila tidak berhenti juga, cobalah untuk menghubungi dokter Anda.

Tentang Penulis: AsianBrain.com Content Team. Asian Brain adalah pusat pendidikan Internet Marketing PERTAMA & TERBAIK di Indonesia. Didirikan oleh Anne Ahira yang kini menjadi ICON Internet Marketing Indonesia. Kunjungi situsnya: www.AsianBrain.com

Anda boleh mempublikasikan kembali tulisan di atas pada website atau blog Anda tanpa dikenakan biaya alias GRATIS, selama:

  1. Anda tidak mengubah baik sebagian atau pun keseluruhan tulisan.
  2. Anda harus mencantumkan 'tentang penulis' di bagian bawah artikel, dan memuat link aktif menuju www.AsianBrain.com atau www.AnneAhira.com

Cara Memandikan Bayi

Oleh: AsianBrain.com Content Team

Tidak semua orang tua berani memandikan bayinya sendiri. Sebagian besar alasan adalah mereka tidak memahami cara memandikan bayi dengan benar. Karenanya, tidak jarang orang tua memercayakan urusan ini kepada baby sitter, atau orang lain yang dianggap mampu untuk memandikan bayi.

Bayi sebenarnya tidak perlu dimandikan setiap hari. Cara memandikan bayi yang belum kering tali pusarnya, tidak perlu dimasukkan di bak berisi air. Cukup dengan menyeka bagian pentingnya saja dengan kain lembut yang sudah dibasahi pada bagian muka, tangan, kepala, leher, perut, pantat, serta kemaluan.

Terkait masalah mandi, setiap bayi memiliki kebiasaan berbeda. Ada bayi yang menyukai air, ada yang membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan air. Untuk bayi yang belum menyukai air, cara memandikan bayi hanya dengan menyeka saja. Terkait waktu mandi, cobalah untuk mencari yang paling nyaman bagi bayi. Jangan heran jika kemudian ada yang memandikan bayi di malam hari, sebagai bagian proses relaksasi sebelum tidur.

Berikut cara memandikan bayi yang tepat :

  1. Siapkan terlebih dahulu keperluan mandi, sabun bayi, kapas dan air matang yang dingin, kain flannel lembut, popok dan baju bersih
  2. Isi air hangat ke bak mandi, periksa suhunya dengan sikut. Airnya harus hangat, namun tidak panas. Idealnya sekitar 28 hingga 29 derajat celcius. Oh ya, pastikan juga ruangan untuk memandikan bayi cukup hangat dan tidak berangin.
  3. Buka baju bayi dan bungkus dengan handuk di pangkuan Anda.
  4. Cara memandikan bayi untuk daerah mata, usap mata dengan kapas yang telah dibasahi dengan air matang dingin. Usapkan dari pangkal hidung ke sudut mata bagian luar.
  5. Tahan leher dan pundaknya, sabuni dan bilas dengan tangan Anda yang bebas. Untuk bagian kemaluan, pada bayi perempuan, siram kemaluan dengan air. Buka bibir kemaluan dengan lembut dan bersihkan. Untuk bayi laki-laki, bersihkan bagian bawahnya, tanpa menarik kulup penis jika belum disunat.
  6. Cara memandikan bayi untuk daerah punggung dan pantat, tengkurapkan bayi di tangan. Buka belahan pantatnya untuk membersihkan anusnya.
  7. Pegang pantatnya dan angkat. Bungkus dengan handuk, tepuk-tepuk agar kering. Biarkan bayi terbungkus handuk saat Anda memakaikan baju dan popoknya. Hati-hatilah dalam mengangkat bayi, karena kulitnya yang licin.


Hal yang perlu diperhatikan, cara memandikan bayi dengan air bersih saja sudah cukup. Namun jika Anda ingin menggunakan sabun atau sampo, maka pilihlah yang aman untuk bayi, tanpa pewangi dan deodorant.

Nah, semoga tips cara memandikan bayi di atas bermanfaat untuk Anda, dan Anda tidak takut lagi untuk mempraktekkan pada bayi Anda.

Bayi menangis terus, ada apa?

Bayi menangis merupakan hal yang lumrah. Tetapi bila tangisnya sukar dihentikan dan terjadi berjam-jam tentulah akan membuat waswas orangtua. Apa yang salah pada bayi ini?
Menangis merupakan cara bayi menyatakan lapar, rasa tidak nyaman, lelah,nyeri dan takut. Rasa tidak nyaman timbul bila bayi kencing, berhajat, kegerahan, kedinginan, gatal, dan sebagainya. Pada bayi normal, sampai ia berusia kira-kira 6 minggu biasanya frekuensi menangisnya tinggi, dan kemudian berangsur-angsur berkurang sampai ia berusia 4 bulan. Dan pada usia selanjutnya, bayi umumnya hanya menangis pada sore atau malam hari.

Bila bayi menangis secara berlebihan, ini bisa merupakan gejala bahwa ia menderita berbagai penyakit atau keadaan tertentu. Beberapa penyebab yang penting dan memerlukan tindakan segera di antaranya adalah radang telinga, infeksi saluran kemih, nyeri akibat jatuh, volvulus (usus berputar), invaginasi (satu bagian usus masuk ke dalam bagian usus yang lainnya sehingga menimbulkan sumbatan usus), hernia inkarserata (kondor yang tidak masuk lagi dan terjepit), torsio testis (buah zakar terputar), dan acute abdomen (keadaan gawat perut). Namun biasanya penyakit-penyakit serius ini disertai dengan gejala atau tanda lain, sehingga dokter yang berpengalaman akan dapat mendeteksinya.
Di samping itu, beberapa gangguan saluran cerna juga sering menyebabkan bayi menangis berkepanjangan. Bayi yang lapar tentu akan menangis terus sampai di beri minum. Sebaliknya, pemberian makan dan minum yang berlebihan juga akan membuat bayi menangis berkepanjangan karena perutnya terlampau teregang dan menimbulkan nyeri perut. Demikian pula bila bayi terlalu banyak menelan udara, akibat kesalahan teknik waktu menyusui atau memberikan susu botol, misalnya. Bayi yang mengalami sembelit juga sering menangis berlebihan.
Bila tidak ditemukan kelainan-kelainan organik seperti di atas yang membahayakan jiwa bayi, maka menangis yang berlebihan pada bayi disebut kolik.

Gejala Kolik pada bayi

Kolik menyerang kira-kira 15-25% bayi. Sampai saat ini, penyebab terjadinya kolik pada bayi masih merupakan misteri. Sudah banyak ahli yang meneliti masalah ini, tapi tampaknya belum ada hasil yang memuaskan. Gejala kolik biasanya dimulai dengan muka yang memerah atau mimik wajah yang tampak aneh, diikuti dengan menarik kaki ke atas, lalu menangis kuat yang bisa berlangsung selama beberapa jam. Semua tanda-tanda tersebut terjadi karena perut bayi kejang.
Serangan kolik pada bayi biasanya dimulai pada saat ia berumur beberapa minggu, dan berakhir atau sembuh dalam waktu 3-4 bulan. Meskipun sering terjadi pada malam hari di sekitar waktu makan malam, serangan kolik ini dapat pula terjadi terputus-putus pada siang hari. Di luar waktu serangan, biasanya bayi dapat tidur dengan nyenyak.

Agus Firmansyah at website ikatan dokter anak indonesia

Artikel selanjutnya, bagaimana mengatasi kolik pada bayi?

Bayi Diare

Oleh: AsianBrain.com Content Team

http://www.asianbrain.com/

Salah satu penyakit yang juga sering dialami bayi adalah diare. Cirinya adalah bayi Anda secara tiba-tiba mengalami perubahan dalam buang air besar dari biasanya, baik frekuensi maupun jumlah buang air menjadi sering, dan keluar dalam konsistensi cair daripada padat.

Normalnya bayi baru lahir akan buang air besar sampai lebih dari sepuluh kali sehari. Pada usia bayi lebih besar akan berbeda-beda. Ada bayi yang buang air sehari 2-3 kali sehari, ada yang hanya 2 kali seminggu saja.

Anda harus mengetahui kebiasaan bayi Anda, konsistensinya dalam buang air besar, untuk mengetahui normal atau tidaknya. Apakah bayi mengalami diare atau tidak.

Penyebab bayi diare diantaranya :

  • Virus. Ini adalah penyebab paling sering dijumpai, dan umumnya karena Rotavirus. Gejalanya adalah berak-berak air, berbusa, tidak ada darah lendir, dan berbau asam.
  • Flu perut, terbanyak karena virus.
  • Bakteri. Ini ditandai dengan berak-berak yang disertai dengan darah/lendir, dan sakit perut. Untuk diare jenis ini memerlukan antibioka sebagai terapi pengobatan.
  • Parasit. Ditandai dengan berak darah, lendir, sakit perut. Terapi yang dibutuhkan adalah antiparasit
  • Terapi pemakaian antibiotilka. Bila ini terjadi, maka segera hubungi dokter anda.
  • Alergi susu. Diare jenis ini biasanya timbul beberapa menit atau jam setelah minum susu tersebut. Pada umumnya terjadi karena alergi susu sapi dan produk-produk yang terbuat dari susu sapi.
  • Infeksi dari bakteri atau virus yang menyertai penyakit lain ; misalnya infeksi saluran kencing, infeksi telinga, campak dll.


Virus tetap menjadi penyebab tersering diare akut. Penularannya adalah kontak dengan tinja yang terinfeksi secara langsung, seperti :

  1. Makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi, baik yang sudah dicemari oleh serangga atau kontaminasi oleh tangan yang kotor.
  2. Bermain dengan mainan yang terkontaminasi, karena virus ini dapat bertahan di permukaan udara sampai beberapa hari.
  3. Pengunaan sumber air yang sudah tercemar dan tidak memasak air dengan benar
  4. Pencucian dan pemakaian botol susu yang tidak bersih.
  5. Tidak mencuci tangan dengan bersih setelah selesai buang air besar atau membersihkan tinja anak yang terinfeksi, sehingga mengkontaminasi perabotan dan alat-alat yang dipegang.


Karena penyebab bayi diare akut atau diare mendadak tersering adalah Virus, maka tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan. Biasanya bayi diare akan sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari. Maka pengobatan diare ini ditujukan untuk mengobati gejala yang ada dan mencegah terjadinya dehidrasi atau kekurangan cairan.

Diare akut dapat disembuhkan hanya dengan meneruskan pemberian makanan seperti biasa dan cairan yang cukup saja. Hal yang perlu diperhatikan, pengobatan dilakukan bukan untuk memberi obat menghentikan diare. Sebab, diare pada bayi adalah suatu mekanisme pertahanan tubuh untuk mengeluarkan kontaminasi makanan dari usus. Mencoba menghentikan diare dengan obat seperti menyumbat saluran pipa yang akan keluar dan menyebabkan aliran balik dan akan memperburuk saluran tersebut.

Oleh karena proses diare ini adalah mekanisme pertahanan dari tubuh, maka bayi diare akan sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari. Jika bayi diare, yang terpenting adalah mencegah dan mengatasi gejala dehidrasinya.

Tentang Penulis: AsianBrain.com Content Team. Asian Brain adalah pusat pendidikan Internet Marketing PERTAMA & TERBAIK di Indonesia. Didirikan oleh Anne Ahira yang kini menjadi ICON Internet Marketing Indonesia. Kunjungi situsnya: www.AsianBrain.com

Penanganan Terkini Diare pada Anak



Diare pada anak sangat sering kita jumpai dalam keseharian. Artikel ini memuat penanganan terkini diare pada anak. Disimpulkan dari kongres pediatrik ke-14 di Surabaya.

Standar Penanganan diare pada anak

- Penanganan dehidrasi dengan ORS (oral rehidration solution)/oralit atau cairan infuse bila sudah terjadi dehidrasi berat.

- Diberikan 20 mg zinc per hari pada anak diare selama 10-14 hari

- Lanjutkan pemberian makanan sperti biasa atau tingkatkan pemberian ASI pada anak yang masih menyusui dan tingkatkan pemberian makanan pada anak sesudah sembuh dari diare.

- Antibiotik digunakan hanya bila memang diperlukan seperti bila ada darah pada feses atau kasus kolera. Dan hindari pemberian obat anti diare termasuk probiotik.

- Sarankan ibu untuk memenuhi kebutuhan cairan pada anak dan melanjutkan pemberian makanan.

Bayi Muntah

Oleh: AsianBrain.com Content Team

http://www.asianbrain.com/

Sebagai orang tua, Anda harus memahami perbedaan antara bayi muntah dan gumoh. Keduanya serupa, namun sebenarnya tidak sama. Bayi yang kenyang sering mengeluarkan ASI yang sudah ditelannya. Jika sedikit, maka disebut bayi gumoh. Volumenya kurang dari 10 cc. Berupa ASI yang sudah ditelan si kecil. Namun, jika volumenya banyak maka disebut bayi muntah. Volumenya diatas 10 cc.

Dilihat dari cara keluarnya, maka gumoh akan mengalir biasa dari mulut, dan tidak disertai kontraksi otot perut. Sedangkan ketika bayi muntah akan menyembur seperti disemprotkan dari dalam perut dan disertai kontraksi otot perut. Kadang kala juga keluar dari lubang hidung.

Kebanyakan gumoh akan terjadi pada bayi berumur beberapa minggu, 2-4 bulan atau 6 bulan dan akan hilang dengan sendirinya. Jika bayi Anda mengalami gumoh, Anda tidak perlu khawatir, karena ini proses alami dan wajar untuk mengeluarkan udara yang tertelan bayi saat minum ASI.

Ketika bayi terlalu banyak minum ASI, maka saat minum atau makan ada udara yang ikut tertelan. Kemungkinan lain, bayi Anda gagal menelan, karena otot-otot penghubung mulut dan kerongkongan belum matang. Ini biasanya terjadi pada bayi prematur. Bayi gumoh hanya perlu disendawakan setelah bayi menyusu.

Beda halnya dengan bayi muntah, yang tidak terjadi pada bayi baru lahir, tapi bisa terjadi pada bayi berumur 2 bulan dan dapat berlangsung sepanjang usia. Ini bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan atau gangguan fungsi pada organ pencernaan bayi, misalnya kelainan katup pemisah lambung dan usus 12 jari.

Untuk kasus ini, cairan muntah biasanya berwarna hijau. Adanya infeksi atau luka, misalnya infeksi tenggorokan yang kadang-kadang dapat memicu bayi muntah. Cairan muntah biasanya disertai bercak darah. Anda harus segera mendatangi dokter, agar segera ditangani sesuai dengan penyebabnya.

Permasalahan bayi muntah memang sering dijumpai. Secara defenisi muntah (regurgitasi) adalah pengeluaran isi lambung atau esofagus secara paksa melalui mulut.

Berikut ini cara yang dapat dilakukan untuk mencegah bayi muntah :

  1. Cuci tangan Anda dan sterilkan botol sebelum membuat susu untuk mencegah masuknya kuman/bakteri
  2. Sendawakan bayi sebelum dan sesudah minun susu, dengan cara digendong tegak lurus dan disandarkan dibahu anda. tepuk pundaknya dengan halus sampai bayi bersendawa
  3. Berikan susu pada bayi secukupnya dan pada waktu tepat.jangan memberikan susu saat bayi sangat lapar,karena bayi cenderung untuk minum dengan terburu-buru dan dalam jumlah banyak.jarak pemberian susu formula kurang lebih 3,5 - 4 jam.
  4. Pada waktu menyusukan bayi dengan dot. usahakan nipple dot masuk seluruhnya didalam mulut bayi dengan posisi tegak lurus dengan mulut bayi. Hal ini akan mengurangi masuknya udara ke perut bayi pada saat menyusu, sehingga mencegah bayi muntah.
  5. Tempatkanlah bayi di ruangan yang tenang pada saat menyusu dengan posisi berbaring menggunakan bantal yang agak tinggi.
  6. Biarkan bayi berbaring kurang lebih 10 menit setelah menyusu, setelah itu sendawakan.

Nah, saran di atas setidaknya membantu Anda untuk mencegah bayi muntah. Jika bayi muntah terus berlangsung, disertai gejala yang lainnya seperti demam, warna muntah berubah, segeralah berkonsultasi dengan dokter Anda.

Apakah gumoh itu?

Gumoh adalah kondisi dimana bayi Ibu memuntahkan kembali susu yang sudah ditelannya. Bagi Ibu baru, hal ini seringkali mengkhawatirkan. Karena itu, jangan memberi ASI terlalu banyak, berikan sedikit namun sering dan biasakan membuatnya bersendawa setelah diberi ASI.

Apa penyebab gumoh?

Penyebab terjadinya gumoh bisa bermacam-macam. Di antaranya adalah:

· Volume lambung bayi masih kecil, sementara susu yang ditelan bayi melebihi kapasitas lambungnya. Apalagi jika bayi menggeliat yang membuat tekanan dalam perut tinggi, sehingga terjadi gumoh. Gumoh masih normal sepanjang jumlah cairan yang keluar dan masuk seimbang.

· Klep penutup lambung belum sempurna. Sehingga kalau ia langsung ditidurkan setelah disusui, dan juga menggeliat, susu akan keluar dari mulut. Pada tahun-tahun pertama , mekanisme klep ini perlahan-lahan menguat seiring perkembangan bayi sehingga kemungkinan terjadinya gumoh berkurang.

· Menangis berlebihan.

Apa yang dapat dilakukan jika gumoh ?

Saat mengalami gumoh, bayi mungkin bisa cegukan. Kondisi cegukan atau batuk terjadi jika sebagian susu yang telah dia muntahkan turun lagi melalui “jalan yang salah”, yaitu saluran pernafasan.

Jangan cemas. Selama bayi Ibu sehat, dia akan tetap baik-baik saja. Ibu cukup menyediakan kain atau tisu untuk membersihkan ‘gumohnya’. Ibu mungkin perlu berkonsultasi dengan dokter jika:

· Gumoh terjadi lebih dari lima kali dalam sehari secara teratur.

· Bayi menangis berlebihan setelah diberi ASI.

· Bayi Ibu muntah secara teratur.

· Frekuensi batuknya teratur dan terus menerus.

Coba susui bayi Ibu dengan posisi tegak atau gendong dia selama 20 menit setelah diberi ASI. Selain itu, coba beri ASI lebih sering, sekalipun jumlahnya sedikit-sedikit.

Bayi Cegukan

Oleh: AsianBrain.com Content Team

http://www.asianbrain.com/

Bayi cegukan adalah hal biasa. Karenanya, tidak perlu khawatir jika bayi Anda mengalami cegukan. Cegukan merupakan hal yang sering dijumpai pada bayi. Cegukan atau hiccups merupakan kontraksi atau kedutan yang berulang-ulang dan tanpa bisa dikontrol dari diafragma, sekat pipih yang membatasi rongga dada dan rongga perut. Kedutan ini menyebabkan pita suara di tenggorokan menutup tiba-tiba, sehingga udara yang hendak masuk ke paru-paru terhambat.

Menurut Richard Garcia, MD, dokter anak dan wakil kepala Department of Pediatrics and Adolescent Medicine di Cleveland Clinic Foundation, Ohio, AS, masih sangat sedikit bukti ilmiah mengenai penyebab bayi cegukan. Karena itu, obat untuk bayi cegukan juga belum ada.

Cegukan pada bayi umumnya berlangsung singkat (beberapa menit) dan hilang sendiri serta tidak berbahaya. Karenanya, jika tidak berlangsung lama sebaiknya didiamkan saja. Jika bayi cegukan lebih dari 5 menit dapat diusahakan pemberian minum air hangat.

Meski hal biasa, tapi bila terjadi terus menerus tentu membuat orang tua menjadi khawatir, Apalagi bagi orang tua yang baru pertama kali mempunyai anak. Mereka paling khawatir jika bayinya yang masih berumur 0-3 bulan cegukan, Padahal, cegukan pada bayi terutama setelah minum ASI atau susu botol sebenarnya hal yg biasa dan dialami hampir semua bayi.

Suara bayi cegukan yang berkali-kali,mungkin terasa mengganggu di telinga orang yg mendengarnya. Meski demikian, gejala tersebut tidak menimbulkan sakit sedikit pada bayi. Sangat jarang pula bayi cegukan menjadi tanda atau gejala dari suatu penyakit serius.

Sebenarnya Anda tidak perlu melakukan perawatan apapun untuk mengatasi cegukan bayi. Sebab, cegukan itu akan secara berangsur hilang sendiri. Namun bila Anda merasa terganggu, yang bisa dilakukan adalah memberi minum susu atau air kepada bayi. Setelah beberapa kali isapan, biasanya cegukan pada bayi Anda akan berhenti. Oh ya, jika Anda sudah memberi makan pada bayi Anda, maka Anda tidak perlu menghentikannya. Namun jangan juga memberinya makan secara berlebihan. Akan lebih baik jika Anda menyuapi bayi Anda dengan porsi yang lebih kecil, namun lebih sering,

Beberapa pengalaman lain menyebutkan cara untuk meredakan bayi cegukan, diantaranya :

Menepuk punggung bayi
Sandarkan tegak di bahu dan tepuk-tepuk punggungnya dengan lembut, seperti ketika Anda ingin menyendawakannya, Sebagian bayi lebih cenderung menelan banyak udara ketika mereka menyusu ASI atau minum susu formula. Terlalu banyak menelan udara ini akan meregangkan lambung, yang dapat memicu cegukan. Beberapa tepukan lembut bisa mendorong udara ke atas dan menghentikan cegukan.

Cek dot minum bayi
Bayi dapat menelan terlalu banyak udara dan cegukan jika lubang dotnya tidak tepat besarnya.
Pijat bagian belakang langit-langit mulut dengan kapas yang dibasahi air. Gerakkan kapas itu ke depan dan belakang selama 1 menit atau lebih.

Pada umumnya,bayi cegukan biasanya berhenti sendiri dalam 5-10 menit. Namun bila cegukan berlangsung selama berjam-jam, berminggu-minggu, segera konsultasikan ke dokter Anda!

Bayi Pilek

Oleh: AsianBrain.com Content Team

http://www.asianbrain.com/

Pernahkah Anda mempunyai pengalaman ketika bayi pilek atau mengalami flu? Ketika hidungnya tersumbat, kepala pening dan persendian terasa linu. Ya, kondisi ini pasti menyiksa sang bayi. Maka tidak perlu heran jika bayi Anda menjadi rewel. Sebagai orang tua, Anda pun pasti mencemaskannya.

Proses penularan pilek pada bayi Anda terjadi bukan melalui semburan seseorang ketika bersin, melainkan melalui sentuhan. Bisa jadi ketika seseorang sakit flu, kemudian menyentuh tangan bayi Anda, atau bertukar mainan dengannya. Pada saat itu cairan hidung bisa masuk pada kulit atau mainan, dan masuk ke tubuh melalui hidung. Nah, inilah awal mulanya pilek pada bayi Anda.

Gejala bayi pilek hampir sama dengan orang dewasa, yaitu bersin, hidung tersumbat, ingusan, dan batuk. Pada kondisi normal, flu menyerang bayi Anda selama lima hingga enam hari.

Menghadapi bayi pilek, Anda tidak perlu terlalu panik. Perlu diketahui, virus flu memang mudah menyerang pada bayi, disebabkan sistem kekebalan tubuhnya belum sempurna. Meski demikian, bayi Anda memiliki daya tahan tubuh yang mencukupi untuk menyerang flu. Bersin dan batuk ketika sedang flu adalah bagian dari mekanisme pertahanan tubuhnya dalam melawan virus.

Pilek pada bayi sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya, seiring dengan meningkatnya kondisi tubuh bayi Anda. Ingat, flu sebenarnya tidak ada obatnya. Biasanya dokter akan merekomendasikan acetaminophen atau ibuprofen untuk meredakan rasa sakit dan demam. Artinya, obat ini hanya untuk meringankan gejala flu, bukan untuk menyembuhkan bayi pilek.

Hal penting perlu Anda perhatikan, pemberian obat bukan berarti tanpa efek samping. Bayi Anda termasuk kelompok usia yang sangat rentan terhadap efek samping yang ditimbulkan oleh obat yang Anda berikan. Obat tersebut akan berfungsi seperti kafein, yang meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah. Karenanya, tidak perlu heran jika bayi Anda semakin rewel, susah tidur dan gelisah setelah diberikan obat.

Ketika bayi pilek, maka akan kekurangan selera makannya, sehingga asupan makanannya menjadi tidak optimal. Upayakan agar bayi Anda mendapat asupan cairan, untuk mencegahnya dari dehidrasi. Jangan hentikan pemberian ASI atau susu formulanya, yang memiliki kecukupan gizi untuk membantu proses pemulihan bayi Anda.

Anda bisa menyiasatinya dengan menyuapinya sedikit demi sedikit, dengan divariasikan memberi air putih atau juz buah agar lebih segar. Berikan juga rasa nyaman kepada bayi Anda agar bisa beristirahat dengan nyaman dan mempercepat proses penyembuhan pilek pada bayi Anda.

Anda mulai waspada jika nafas bayi Anda cepat atau tersengal, pucat, lemas, tidak mau bicara, demam tinggi lebih dari dua hari, dan tampak sangat kesakitan. Pada kondisi ini, segeralah untuk menghubungi dokter.

Bayi Tengkurap

Oleh: AsianBrain.com Content Team

http://www.asianbrain.com/

Bayi tengkurap biasanya terjadi pada usia 3 bulan, meski ada yang lambat hingga 5 bulan. Setiap bayi tentu saja tidak sama dalam perkembangannya. Sebenarnya bayi akan belajar sendiri untuk mengguling-gulingkan badannya.

Untuk bayi yang montok, biasanya akan lebih malas untuk bergerak. Bayi yang lahir prematur mungkin juga akan sedikit lambat perkembangannya.

Sebagai orang tua, Anda bisa memberikan bantuan dan stimulasi untuk mempercepat proses belajarnya.

Berikut beberapa tips untuk membantu perkembangan bayi Anda agar bayi tengkurap :

  • Anda bisa membunyikan mainan di depan bayi, kemudian memindahkannya kearah samping, agar ia terangsang untuk mendekati mainannya.
  • Anda bisa membantu bayi Anda dengan cara mendorong badannya secara perlahan. Jika sudah terbiasa, maka bayi akan mencoba sendiri tengkurap. Jika masih belum bisa, jangan bosan untuk membantunya hingga bisa.
  • Anda juga bisa melatihnya dengan sering meletakkan bayi dalam posisi tengkurap. Bila bayi sedang tengkurap, balikkan tubuhnya. Atau sebaliknya, bila bayi telentang balikkan badannya hingga bayi tengkurap. Awalnya cukup 3 hingga 5 menit, tidak perlu berlama-lama. Jika bayi Anda cepat menangis, balikkan kembali badannya. Namun cobalah lagi dalam beberapa waktu kemudian. Cara ini akan membantu memperkuat otot lehernya.
  • Latihlah motoriknya dengan sedikit memiringkan posisi bayi ketika menyusui. Ajaklah bayi Anda bermain pada alas yang agak empuk, tanpa terlalu banyak menggendongnya.


Nah, ketika bayi sudah bisa tengkurap, maka ini akan menjadi posisi terfavoritnya. Meskipun Anda telentangkan, bayi Anda akan dengan cepat berguling dan bayi tengkurap kembali. Pada saat ini Anda mungkin akan kerepotan, terutama ketika ingin mengganti celana bayi Anda.

Ketika semakin sering berguling dan bayi tengkurap, maka akan semakin mempercepat latihannya untuk memperkuat koordinasi otot-otot tubuh. Setelah bayi tengkurap, lama-lama bayi akan berkembang ke posisi merangkak. Bayi Anda akan semakin tampak lucu, karena selalu ingin tertawa, merangkak, atau berusaha untuk bisa duduk. Bayi Anda akan semakin aktif bergerak untuk mengenal ruang dan lingkungannya, dan mengeksplorasi apapun yang berada di sekitarnya.

Pada masa ini, cobalah merangsangnya dengan memberikan permainan-permainan baru. Biarkan ia terangsang untuk meraih barang yang Anda pamerkan di depannya.

Ketika bayi tengkurap, letakkan barang menarik diatas kepalanya, sehingga tangannya akan berusaha menggapai-gapai barang diatas kepalanya.

Latihan-latihan sederhana ini akan memberikan efek yang semakin memperkuat otot tangan dan koordinasi kaki, leher, tangan, kepala, dan badan.

Bayi Anda semakin membutuhkan perhatian lebih, seiring semakin aktif pergerakannya. Ia akan semakin aktif pada usia ini, dan beresiko untuk terluka akibat bersentuhan dengan berbagai benda di sekitarnya, ataupun mungkin juga mengalami terkilir.

Nah, jika pada usia 6 bulan bayi belum tengkurap, dan belum menunjukkan keaktifan terhadap hal-hal di sekelilingnya, sebaiknya Anda segera mengkonsultasikannya ke dokter anak.

Biang Keringat Bayi

Oleh: AsianBrain.com Content Team

http://www.asianbrain.com/

Biang keringat bayi merupakan salah satu penyakit yang mengganggu buah hati Anda, Biang keringat atau dalam bahasa Jawa biasa disebut keringet buntet ini biasa terjadi akibat tersumbatnya kelenjar keringat.

Keringat bayi yang keluar terkumpul di bawah kulit, kemudian akan muncul bintik-bintik merah. Biang keringat bayi ini akan menimbulkan rasa gatal, terutama di daerah paha dan bagian tubuh yang tertutup. Penyakit ini biasa muncul berulang kali, terutama ketika suhu udara panas dan pengap.


Ada 3 tipe biang keringat ditinjau dari kedalaman sumbatannya :

  • Tipe pertama, yaitu biang keringat bayi yang sumbatannya terjadi di permukaan lapisan jangat atau lapisan tanduk, sehingga lokasinya dangkal sekali. Biang keringat bayi tipe inilah yang paling umum dan sering terjadi.

    Gejalanya, pada kulit tubuh bayi yang sering keringatan akan tampak mengelupas, kering, dan kasat. Gejala ini biasanya dipicu oleh panasnya udara. Biang keringat bayi tipe ini ditandai bintik-bintik berisi air kecil-kecil dan akan mudah pecah sendiri karena lokasinya yang masih dangkal sekali.
  • Tipe dua, yaitu lokasi sumbatan di bagian lapisan jangat yang lebih dalam. Selain kulit menjadi bruntusan merah, juga disertai rasa gatal. Itulah mengapa, biang keringat bayi tipe ini irritable atau mengganggu.

    Bayi yang mengalami biang keringat tipe dua akan menjadi rewel akibat rasa gatal. Orang tua biasanya akan mengeluh pola tidur bayinya terganggu seperti gelisah, tak nyenyak, dan lainnya. Ini bisa dijadikan indikator rasa gatal pada bayinya mengingat bayi belum bisa bicara.

    Tidak ada tanda lain semisal panas karena biang keringat bayi bukan penyakit infeksi. Kita hanya bisa melihat reaksi tubuh yang membuat bayi jadi gatal. Bila ibu merawat sendiri bayinya, maka biang keringat bayi bisa cepat diketahui karena naluri juga berperan besar.
  • Tipe ketiga, yaitu sumbatan terjadi di subkutis yang letaknya di bawah lapisan jangat. Jadi, sumbatannya lebih dalam dibanding tipe dua. Biasanya tipe tiga terjadi di daerah-daerah yang suhunya sangat panas. Walaupun Indonesia termasuk negara tropis, namun biang keringat tipe tiga jarang terjadi. Mungkin faktor angin sangat mempengaruhi sehingga suhu di Indonesia tidak terlalu panas. Lain halnya dengan negara lain yang suhunya mungkin mencapai 40 derajat Celcius.

    Biang keringat bayi tipe tiga ditandai bintil-bintil pada kulit dan bila diraba akan terasa agak keras. Bintil-bintil ini sekilas mirip jerawat batu.


Berikut tips mengatasi masalah biang keringat bayi :

  • Mandikan bayi secara teratur pada pagi dan sore hari, dan keringkan dengan handuk lembut, terutama pada daerah lipatan kulit.
  • Ketika berkeringat, seka bayi dengan lap basah dan keringkan kembali dengan handuk kering.
  • Berikan bedak bayi jika diperlukan untuk menjaga agar kulit bayi tetap kering, sejuk dan segar. Dalam pemakaiannya, jangan terlalu tebal, agar pori-pori tidak tersumbat.
  • Gunakan baju yang berbahan katun dan nyaman dipakai (tidak terlalu sempit), untuk mengurangi panas.
  • Jagalah ventilasi kamar, agar pertukaran udara berlangsung lancar dan lebih sejuk.


Cobalah mengamati biang keringat bayi dengan seksama. Jika biang keringat sudah menjadi infeksi, yang ditandai dengan bintik-bintik putih, Anda bisa segera menghubungi dokter. Biasanya dokter akan memberikan salep untuk mengurangi peradangan lebih lanjut. Jika biang keringat bayi sudah sampai mengeluarkan nanah, maka berikan antibiotika sesuai petunjuk dari dokter.

Kapan Bayi Boleh Makan Telur?

dewiyamina's picture

Telur memang kaya akan protein, tapi hati-hati pemberian untuk bayi.

Saat si kecil sudah mendapatkan makanan yang padat, banyak ibu yang ingin langsung memberikan telur karena konon telur merupakan sumber protein yang baik untuk tubuh. Pemberian telur kepada bayi sampai saat ini masih banyak dilakukan oleh ibu-ibu. Tetapi akhir-akhir ini makin marak dikAbarkan bahwa telur merupakan salah satu makanan pencetus alergi sehingga pemberiannya kepada si kecil perlu ditunda sampai saluran cerna dan sistem kekebalan tubuh siap menerimanya.

TELUR KAYA PROTEIN

Merupakan sumber protein yang baik. Protein telur mempunyai nilai bioavaibilitas yang tinggi yaitu 100%, yang artinya bahwa seluruh protein telur dapat dimanfaatkan oleh tubuh. Selain mengandung vitamin B2, vitamin A dan zat besi serta kandungan zat gizi lainnya. Kuning telur mengandung kolesterol yang dibutuhkan untuk membantu perkembangan otaknya. Sedangkan putih telur mengandung protein yang sulit dicerna.

APA ITU ALERGI TELUR?

Alergi makanan adalah reaksi tubuh secara tidak benar merespon makanan yang dimakan oleh si kecil. Pada saat usaha melindungi tubuh, sistem kekebalan menghasilkan antibodi terhadap makanan tersebut (karena makanan dianggap benda asing oleh tubuh). Antibodi tersebut kemudian mengakibatkan seo alergi pada tubuh (mast cell) mengeluarkan bahan kimia, misalnya histamin yang masuk ke dalam darah. Histamin kemudian beraksi pada organ-organ tubuh misalnya mata, hidung, tenggorok, paru, kulit, saluran perncernaan sehingga menimbuokan gejala alergi.

Alergi telur umumnya dimulai sejaj bayi masih muda. Sistem pencernaan bayi yang masih muda belum sempurna. Tetapi pada beberapa anak, alergi dapat berkembang sampai anak umur 5 tahun. Sebagian besar anak-anak yang alergi terhadap telur mengalami alergi terhadap putih telurnya saja, tetapi ada beberapa anak juga tdak dapat mentolernsi kuning telur.

KAPAN SI KECIL "BOLEH" MAKAN TELUR?

Bila si kecil mempunyai riwayat alergi pada keluarganya, maka pemberian telur sebaiknya ditunda sampai anak berumur 2 tahun. Riwayat alergi pada keluarga dapat berasal dari keluarga ibu maupun dari keluarga ayah si kecil. Tetapi bila keluarga diyakini tidak mempunyai riwayat alergi maka pemberian telur dapat dimulai pada saat si kecil diperbolehkan mendapat makanan pendamping yaitu pada saat ia berumur 6 bulan.

Bagaimanapun juga pengenalan makanan padat pertama pada bayi sebaiknya adalah sereal yang berasal dari bahan dasar beras. Pemberian telur bisa dimulai dari pemberian kuning telurnnya dahulu oleh karena kuning telur mudah dicerna. Putih telur mengandung protein yang sulit dicerna, sehingga pemberiannya sebaiknya ditunda sampai bayi berumur 1 tahun.

Makanan Penyebab Alergi

Anonymous's picture

Alergi makanan merupakan salah satu masalah alergi yang penting pada anak. Sekitar 20% anak usia 1 tahun pertama pernah mengalami reaksi terhadap makanan yang diberikan termasuk yang disebabkan reaksi alergi.

Sebenarnya semua makanan dapat menimbulkan alergi, akan tetapi antara satu makanan dengan makanan yang lain mempunyai derajat alergenitas berbeda. Yang satu mungkin lebih menimbulkan alergi dibandingkan dengan yang lainnya. Yuk, kita kenali makanan yang paling sering menyebabkan alergi pada anak.

Alergi susu sapi

Susu sapi yang merupakan protein asing utama bagi bayi pada bulan-bulan awal kehidupan, dapat menimbulkan reaksi alergi yang pertama dengan gejala-gejala pada saluran cerna seperti diare dan muntah.

Protein susu sapi dapat menimbulkan alergi yang menetap sampai akhir masa kanak-kanak, baik dalam bentuk susu murni atau bentuk lain seperti es krim, keju, kue-kue dan lain-lain. Anak yang mempunyai alergi terhadap susu sapi tidak selalu alergi terhadap daging sapi maupun bulu sapi.

Alergi telur ayam

Telur ayam juga sering merupakan allergen penting pada anak terutama anak yang menderita dermatitis atopik. Anak yang mempunyai alergi terhadap telur ini juga belum tentu mempunyai alelegi terhadap daging ayam maupun bulu ayam, akan tetapi dapat timbul reaksi alergi bila diberikan vaksin yang ditanam pada kuning telur seperti vaksin campak.

Alergi ikan laut

Ikan merupakan alergen yang kuat terutama ikan laut. Bentuk reaksi allergen yang sering ialah berupa urtikaria atau asma. Pada anak yang sangat sensitif, dengan hanya mencium bau ikan yang sedang dimasak dapat juga menimbulkan sesak napas atau bersin-bersin.

Jenis makanan laut yang lain (seafood) yang sering menimbulkan alergi adalah udang kecil, udang besar (lobster) dan kepiting. Gejala yang sering timbul ialah urtikaria. Alergi terhadap makanan ini tidak selalu berarti alergi terhadap ikan laut.

Alergi sayur dan buah tertentu

Kacang-kacangan seperti kacang tanah, kacang mede dan sejenisnya dapat menyebabkan reaksi akan tetapi biasanya bersifat ringan. Gejalanya biasanya berupa gatal-gatal ditenggorokan. Sayur dan buah-buahan juga dapat menimbulkan reaksi alergi yang berupa gatal-gatal pada mulut. Sifat alerginya biasanya hilang bila dimasak selama 2 menit atau diletakkan dalam freezer selama 2 minggu.

Alergi terhadap sayur dan buah-buahan ini sering terdapat pada penderita rinitis alergika yang mempunyai alergi terhadap serbuk bunga tanaman. Anak yang mempunyai alergi terhadap sayur dan buah-buahan biasanya juga alergi terhadap kacang-kacangan, apel, peach, cherry, pear dan wortel. Jeruk sering juga menyebabkan kemerahan pada kulit bayi dan anak.

Kacang kedelai dan sejenisnya mempunyai sifat alergenitas yang rendah. Kacang kedelai sering digunakan sebagai pengganti susu sapi pada anak yang mempunyai alergi terhadap susu sapi. Sifat alergenitasnya akan berkurang dengan pemanasan. Gandum biasanya dapat menimbulkan reaksi alergi dalam bentuk tepung bila dihirup. Bila dimakan tidak selalu menimbulkan reaksi alergi karena gandum akan dicernakan oleh enzim pencernaan di lambung.

Cegah alergi pada bayi yang ASI Eksklusif

ASI eksklusif terbukti mencegah alergi pada bayi. Tapi, lho kok tetap saja ada yang alergi ya?

Gejala alergi bisa bermacam-macam, seperti diare, muntah, kolik, bintik kemerahan yang gatal di kulit, pilek, napas berbunyi, atau asma. Salah satu penyebabnya, terutama alergi pada usia bayi adalah makanan seperti susu sapi, telur, kacang tanah, kacang kedelai, dan makanan laut. Para ahli saat ini menganjurkan untuk mencegah alergi sedini mungkin karena belum ada obat yang dapat menghilangkan alergi. Alergi yang dibiarkan juga bisa berkembang lebih berat, misalnya alergi makanan pada bayi bisa menyebabkan alergi saluran napas di kemudian hari. Pencegahan terbaik adalah menghindari makanan penyebab alergi.

Ibu pun bisa ikut berdiet

ASI, selain memberikan perlindungan pada bayi dari infeksi dan alergi, di sisi lain ternyata dapat “menyalurkan” alergen (penyebab alergi) yang bisa menimbulkan gejala pada bayi yang sudah berisiko alergi. Beberapa yang ditemukan pada Asi antara lain susu sapi, telur, dan kacang. Meski demikian, American Academy of Pediatrics (AAP) tetap merekomendasikan ASI eksklusif sebagi pencegah alergi.

Untuk ibu ASI eksklusif yang bayinya sudah positif berisiko tinggi alergi, dianjurkan menghilangkan beberapa makanan yang bisa mencetuskan alergi, disebut diet eliminasi. Mengapa tidak dimulai dari saat kehamilan? Ternyata berbagai penelitian tidak bisa membuktikan hubungan diet saat hamil dengan alergi pada bayi kecuali untuk diet kacang tanah. Karena pencegahan alergi dengan menghilangkan kacang tanah dari menu ibu hamil tidak mempengaruhi kebutuhan gizi dan membantu ibu untuk melanjutkan dietnya nanti saat menyusui.

Fakta:

· Kadar alergen susu sapi pada ibu yang diet eliminasi lebih rendah daripada yang tidak diet, begitu juga bila ibu mengonsusmi formula susu whey hydrolysate.

· Eliminasi telur, susu, dan ikan pada ibu menyusui selama tiga bulan pertama akan mengurangi pencetusan alergi pada bayinya tiga bulan berikutnya dan menurunkan kejadian kelainan kulit akibat alergi enam bulan berikutnya.

· Eksema jarang terjadi pada bayi yang disusui ibu yang melakukan diet eliminasi terhadap susu sapi, telur, ikan, kacang tanah, dan kedele dibandingkan ibu yang tidak diet. Pengurangan eksema ini terjadi hingga usia 3, 6, 18 bulan, namun tidak lagi berlangsung pada usia anak yang lebih tua.

Makanan yang dianjurkan untuk dihindari

1. Makanan laut. Ibu dapat mengganti makanan laut dengan ikan air tawar.

2. Kacang tanah

3. Telur. Ibu dapat menggantinya dengan daging ayam atau unggas

4. Susu sapi. Ibu dapat menggantinya dengan dagingnya atau susu kedelai.

Tak sembarangan diet

Sebelum ibu menghilangkan jenis makanan tertentu, sebaiknya ibu mengkonsultasikannya pada dokter. Sebab diet eliminasi sembarangan bisa membuat ibu kekurangan nutrisi, kebutuhan bayi tak terpenuhi, gagal tumbuh, dan malah bisa mencetuskan alergi. Jadi, perlu dipastikan dahulu apa penyebab alergi yang paling mungkin pada si kecil dan juga pada ibu.

Beberapa ahli menganjurkan diet eliminasi telur, susu sapi, dan ikan pada ibu menyusui setelah terbukti ada alergi makanan pada bayinya. Bahkan AAPsudah menganjurkan diet ini sejak bayi dinyatakan berisiko tinggi. Pengecualian untuk diet kacang tanah, jenis diet inidirekomendasikan semua ahli ini berdasarkan meningkatnya jumlah bayi yang alergi terhadap kacang.

PENGARUH DIET IBU BAGI BAYI DENGAN RIWAYAT ALERGI


Dr Widodo Judarwanto SpA

CHILDREN ALLERGY CLINIC
PICKY EATERS CLINIC (KLINIK KESULITAN MAKAN)
Jl Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat
telp : (021) 70081995 – 70081995
email :
wido25@hotmail.com , http://alergianak.blogspot.com

CASE PREVIEW


Seorang ibu cemas karena Sandika, putra pertama berumur 1 bulan sering rewel, muntah, sering ngeden, napas grok-grok, kulitnya bruntusan dan banyak gejala lainnya. Berbagai obat pernah diberikan dokyter tenyata gejala dan tanda gangguan tersebut tyetap hilang timbul. Tetapi saat seorang dokter menganjurkan menghindari makan tertentu, keluhan si bayi membaik. Ternyata konsumsi makanan ibu sangat berpengaruh terhadap bayinya saat menyusui.


DIET IBU MENYUSUI SANGAT BERPENGARUH TERHADAP BAYI

  • Pemberian nutrisi atau gizi yang baik amatlah penting selama kehamilan. Setiap jenis makanan yang dikonsumsi ibu akan berpengaruh sangat penting bagi bayi yang disusuinya. Bila nutrisi ibu kualitas gizi yang ada baik dan cukup maka kualitas ASI yang diberikan pada bayipun akan semakin baik.
  • Namun sebaliknya ternyata bila terdapat jenis makanan tertentu yang dikonsumsi ibu akan dapat melalui ASI yang dapat mengganggu bayi. Tetapi tidak semua bayi akan mengalami hal demikian. Biasanya hal ini terjadi pada bayi yang mengalami riwayat dan gejala alergi yang terjadi sejak lahir.

APAKAH ALERGI PADA BAYI ITU ?

  • Alergi termasuk gangguan yang menjadi permasalahan kesehatan penting pada usia anak. Gangguan ini ternyata dapat menyerang semua organ tanpa terkecuali. Mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan berbagai bahaya dan komplikasi yang mungkin bisa terjadi. Belakangan terungkap bahwa alergi menimbulkan komplikasi yang cukup berbahaya, karena alergi dapat mengganggu semua organ atau sistem tubuh kita termasuk gangguan fungsi otak.
  • Melihat demikian luas dan banyaknya pengaruh alergi yang mungkin bisa terjadi, maka deteksi dan pencegahan alergi sejak dini sebaiknya dilakukan. Gejala serta faktor resiko alergi dapat dideteksi sejak lahir, bahkan mungkin sejak dalam kandungan. Alergi makanan tidak terjadi pada semua orang, tetapi sebagian besar orang mempunyai potensi menjadi alergi. Tampaknya sebagian besar orang bila dicermati pernah mengalami reaksi alergi. Namun sebagian lainnya tidak pernah mengalami reaksi alergi. Terdapat 3 faktor penyebab terjadinya alergi makanan, yaitu faktor genetik, imaturitas usus, pajanan alergi yang kadang memerlukan faktor pencetus. Pada bayi biasanya imaturitas atau ketidakmatangan saluran cerna masih sering terjadi, hal inilah yang menjadi penyebab utama tingginya kejadian alergi di usia anak.
  • Alergi adalah suatu proses inflamasi yang tidak hanya berupa reaksi cepat dan lambat tetapi juga merupakan proses inflamasi kronis yang kompleks dipengaruhi faktor genetik, lingkungan dan pengontrol internal. Berbagai sel mast, basofil, eosinofil, limfosit dan molekul seperti IgE, mediator sitokin, kemokin merupakan komponen yang berperanan inflamasi.

BAGAIMANA GEJALA KLINIS ALERGI PADA BAYI ?

  • Gejala klinis terjadi karena reaksi imunologik melalui pelepasan beberapa mediator tersebut dapat mengganggu organ tertentu yang disebut organ sasaran. Ahli alergi modern berpendapat serangan alergi atas dasar target organ (organ sasaran). Organ sasaran tersebut misalnya paru-paru maka manifestasi klinisnya adalah batuk atau asma. Bila sasarannya kulit akan terlihat sebagai gatal dan bercak merah di kulit. Bila organ sasarannya saluran pencernaan maka gejalanya adalah diare dan sebagainya. Sistem Susunan Saraf Pusat atau otak juga dapat sebagai organ sasaran, apalagi otak adalah merupakan organ tubuh yang sensitif dan lemah. Sistem susunan saraf pusat adalah merupakan pusat koordinasi tubuh dan fungsi luhur. Maka bisa dibayangkan kalau otak terganggu maka banyak kemungkinan manifestasi klinik ditimbulkannya termasuk gangguan perilaku pada anak. Apalagi pada alergi sering terjadi proses inflamasi kronis yang kompleks.

Manifestasi klinis yang sering dikaitkan dan diperberat karena reaksi alergi pada bayi.

  • GANGGUAN SALURAN CERNA : Gastrooesephageal Refluks, sering muntah, gumoh, kembung,“cegukan”, sering buang angin, sering “ngeden /mulet”, sering rewel, gelisah dan kolik terutama malam hari. Sering buang air besar (> 3 kali perhari), tidak BAB tiap hari. Kotoran berwarna hijau, gelap dan berbau tajam. Hernia Umbilikalis (pusar menonjol), Scrotalis, inguinalis (benjolan di selangkangan, daerah buah zakar atau pusar atau “turun berok”) karena sering ngeden sehingga tekanan di dalam perut meningkat. Lidah sering timbul putih (seperti jamur) dan air liur berlebihan (drooling atau ngiler). Bibir tampak kering mengelupas.
  • GANGGUAN KULIT : sering timbul bintik atau bisul kemerahan terutama di pipi, telinga dan daerah yang tertutup popok. Kerak di daerah rambut.Timbul bekas hitam seperti tergigit nyamuk. Mata, telinga dan daerah sekitar rambut sering gatal, disertai pembesaran kelenjar di kepala belakang. Kotoran telinga berlebihan kadang sedikit berbau.
  • GANGGUAN SALURAN NAPAS ; Napas grok-grok, kadang disertai batuk sesekali terutama malam dan pagi hari siang hari hilang. Sesak bayi baru lahir disertai kelenjar thimus membesar (TRDN/TTNB)
  • Sering bersin, pilek, kotoran hidung banyak, kepala sering miring ke salah satu sisi (Sehingga beresiko kepala “peyang”) karena hidung buntu. Mata sering berair atau sering timbul kotoran mata (belekan) salah satu sisi/kedua sisi.
  • Sering berkeringat (berlebihan). Kepala, telapak tangan atau telapak kaki sering teraba sumer/hangat.
  • Karena minum yang berlebihan atau sering minta minum berakibat berat badan lebih dan kegemukan (umur <1tahun).>
  • Mempengaruhi gangguan hormonal : keputihan/keluar darah dari vagina, timbul bintil merah bernanah, pembesaran payudara, rambut rontok, timbul banyak bintil kemerahan dengan cairan putih (eritema toksikum) atau papula warna putih
  • PROBLEM MINUM ASI : sering menangis (karena perut tidak nyaman) seperti minta minum sehingga berat badan lebih karena minum berlebihan. Sering menangis belum tentu karena haus atau bukan karena ASI kurang. Sering menggigit puting (agresif) sehingga luka. Minum ASI sering tersedak, karena hidung buntu & napas dengan mulut. Minum ASI lebih sebentar pada satu sisi, karena satu sisi hidung buntu, jangka panjang bisa berakibat payudara besar sebelah.


    Beberapa gangguan perilaku yang sering dikaitkan dan diperberat oleh reaksi alergi pada bayi.
  • GANGGUAN NEUROLOGIS RINGAN : Mudah kaget bila ada suara yang mengganggu. Gerakan tangan, kaki dan bibir sering gemetar. Kaki sering dijulurkan lurus dan kaku. Breath Holding spell : bila menangis napas berhenti beberapa detik kadang disertai sikter bibir biru dan tangan kaku. Mata sering juling (strabismus fisiologis).
  • GERAKAN MOTORIK BERLEBIHAN : Usia kurang dari 1 bulan sudah bisa miring atau membalikkan badan. Usia kurang dari 6 bulan: mata/kepala bayi sering melihat ke atas. Tangan dan kaki bergerak berlebihan, tidak bisa diselimuti (“dibedong”). Kepala sering digerakkan secara kaku ke belakang, sehingga posisi badan bayi “mlengkung” ke luar. Bila digendomg tidak senang dalam posisi tidur, tetapi lebih suka posisi berdiri. Sering bergerak, sering menggerakkan kepala dan badan atas ke belakang, memukul dan membentur benturkan kepala. Kadang timbul kepala sering bergoyang atau mengeleng-gelengkan kepala. Sering jatuh dari tempat tidur.
  • GANGGUAN TIDUR (biasanya malam hari) gelisah,bolak-balik ujung ke ujung; bila tidur posisi “nungging” atau tengkurap; berbicara, tertawa, berteriak dalam tidur; sulit tidur atau mata sering terbuka pada malam hari tetapi siang hari tidur terus; usia lebih 9 bulan malam sering terbangun atau tiba-tiba duduk dan tidur lagi,
  • AGRESIF DAN EMOSI MENINGKAT, sering menangis, berteriak dan bila minta minum susu sering terburu-buru tidak sabaran. Pada usia lebih 6 bulan sering memukul muka atau menarik rambut orang yang menggendong. Sering menggigit, menjilat tangan atau punggung orang yang menggendong. Sering menggigit puting susu ibu bagi bayi yang minum ASI, Setelah usia 4 bulan sering secara berlebihan memasukkan sesuatu ke mulut. Tampak anak sering memasukkan ke dua tangan atau kaki ke dalam mulut.
  • GANGGUAN KONSENTRASI : cepat bosan terhadap mainan dan bila diberi cerita bergambar sering tidak bisa memperhatikan. Tidak kerasan dalam ruangan yang sempit seperti box bayi dan ruangan sempit. Sering minta keluar ke tempat yang luas atau luar
  • GANGGUAN MOTORIK DAN KOORDINASI : Pada pola perkembangan motorik normal adalah bolak-balik, duduk, merangkak dan berjalan. Pada gangguan keterlambatan motorik biasanya bolak balik pada usia lebih 5 bulan, usia 6 – 8 bulan tidak duduk dan merangkak, setelah usia 8 bulan langsung berdiri dan berjalan. Gangguan mengunyah atau menelan, tidak mau makan berserat seperti sayur dan daging atau terlambat kemampuan makan nasi tim (normal usia 9 bulan).
  • KETERLAMBATAN BICARA: Tidak mengeluarkan kata umur <>
  • IMPULSIF : banyak tersenyum dan tertawa berlebihan, lebih dominan berteriak daripada mengoceh.
  • Jangka panjang akan memperberat gangguan perilaku tertentu bila anak mengalami bakat genetik seperti ADHD (hiperaktif) dan AUTISME (hiperaktif, keterlambatan bicara, gangguan sosialisasi). TETAPI ALERGI BUKAN PENYEBAB AUTISM ATAU ADHD tetapi HANYA MEMPERBERAT

APAKAH YANG PALING MENGGANGGU AKIBAT YANG DITIMBULKAN PADA BAYI?

Gangguan saluran cerna dan kulit akan paling sering terjadi. Saluran cerna paling mudah terjadi atau sangat mengganggu saat usia di bawah 3 bulan, dengan pertambahan usia akan semakin berkurang terutama setelah usia 2-7 tahun.

DIET JENIS APAKAH YANG DAPAT MENGGANGGU BAYI

  • Hingga saat ini untuk mencari penyebab alergi adalah merupakan kesulitan terbesar dalam penanganan penyakit alergi. Hal ini terjadi karena tes alergi yang direkomendasikan seperti tes kulit dan tes dan RAST spesifik, meskipun sangat sensitif tetapi spesifitasnya tidak terlalu tinggi. Sehingga masih belum memastikan penyebab alergi makanan. Memastikan penyebab alergi makanan atau gold standard (baku emas) adalah dengan DBPCFC (eliminasi provokasi makanan). Hal ini akan lebih terasa sulit pada penderita alergi yang berkaitan dengan pemberian ASI
  • Jenis makanan yang berpengaruh terhadap ASI Beresiko tinggi mengganggu bayi melalui pemberian ASI adalah ikan laut, kacang tanah, keju dan beberapa jenis buah termasuk durian, mangga, melon dan tomat. Sebaiknya makanan ini ditunda setelah usia 3-6 bulan. Sedangkan makanan yang beresiko sedang atau rendah adalah salmon, bandeng, telor, susu, ayam, jeruk, pisang dan sebagainya. Pada beberapa bayi mungkin mengganggu, tetapi pada umumnya tidak mengganggu. Sehingga pada banyak kasus makanan ini relatif aman, tetapi pada kasus tertentu yang berat terutama kolik, makanan ini harus dicermati.
    Jenis makanan yang relatif paling aman adalah : daging sapi, semua ikan air tawar (lele, gurami, patin dsbnya), sayur-sayuran, kacang kedelai, buah apel, alpukat, pir, pepaya.

APAKAH KUALITAS ASI AKAN TERGANGGU BILA IBU DIET MAKAN PENYEBAB ALERGI ?

  • Anggapan yang banyak terjadi adalah kulitas asi akan menurun bila ibu harus diet makanan. Sebenarnya pendapat ini tidak sepenuhnya benar. Hal itu dapat terjadi bila ibu hanya menghindari makanan penyebab alergi tanpa mencari makanan penggantinya. Tetapi bila ibu mencari makanan pengganti, maka pendapaty tersebut sepenuhnya tidak benar. Contohnya : ibu tidak boleh makan ikan lauttetapi mungkin ikan salmon boleh, kacang tanah jangan tetapi kacang kedelai boleh dan seterusnya.
  • Seringkali ibu heran makanannya sudah aman ternyata tetap masih saja timbul gejala alergi tersebut. Hal ini terjadi karena ibu harus menghindari udang tetapi tetap makan krupuk udang atau terasi, sudah menghindari ikan laut tetapi makan ikan teri dan lain sebagainya.

ALERGI SULIT DIBEDAKAN DENGAN INFEKSI

  • PENYEBAB GEJALA ALERGI TERNYATA BUKAN HANYA MAKANAN, TETAPI KEJADIAN INFEKSI DAPAT MEMICU TIMBULNYA GEJALA ALERGI. Sehingga kadang ibu heran makanan sudah relatif aman tetapi ternyata masih saja gejala alergi tersebut timbul. Hal ini terjadi karena seringkali inbfeksi virus ringan seperti flu, dan sebaginya bila tidak cermat sulit terdeteksi. Karena, saat flu bayi tidak seperti anak besar pileknya tidak keluar banyak dan batuknya jarang karena refleks batuknya belum sempurna.
  • Untuk memastikan adanya infeksi biasanya disertai tampilan adanya bintik merah halus di kulit dada bayi atau bila dalam beberapa hari sebelumnya ada kontak orang dewasa yang sakit dengan gejala sakit tenggorok, pilek, demam, meriang, atau badan lemas dan nyeri seperti masuk angin dan kecapekan.

Apa gejala alergi makanan?

Jika bayi Ibu alergi terhadap makanan tertentu, gejalanya akan muncul dalam hitungan menit atau detik. Gejala yang paling umum adalah:

· Batuk

· Lidah dan tenggorokan kering dan gatal

· Kulit gatal atau ruam

· Mual dan kembung

· Diare dan/atau muntah

· Nafas tersengal-sengal dan nafas pendek

· Bibir dan tenggorokan bengkak

· Hidung berair dan tersumbat

· Mata gatal, merah dan sakit

Makanan yang menyebabkan alergi

Makanan sering menimbulkan reaksi alergi antara lain:

· Susu sapi dan produk susu lainnya

· Telur

· Makanan laut, seperti Ikan, Kepiting, Udang, dan Lobster

· Kacang-kacangan (kacang tanah, kacang kedelai, dll)

· Sereal yang mengandung gluten (gandum, gandum hitam, gandum oat dan gandum barley)

· Wijen

· Makanan dan minuman yang mengandung pengawet Sulfur dioksida dan sulfit

· Seledri

Makanan yang harus dihindari

Ada beberapa makanan yang sebaiknya tidak diberikan dulu pada bayi Ibu sebelum mencapai usia tertentu, untuk menghindari meningkatnya risiko alergi sampai sistem kekebalan tubuhnya terbentuk.

· Gluten (sebelum 6 bulan)
Gluten adalah protein yang ditemukan dalam biji-bijian seperti gandum, gandum hitam, gandum barley dan gandum oat. Ibu sebaiknya tidak memberikan makanan ini sampai usia 6 bulan Carilah produk makanan yang berlabel 'bebas gluten'.

· Makanan Laut (sebelum 6 bulan)
Ikan dapat menyebabkan reaksi alergi pada sebagian bayi, maka Ibu sebaiknya tidak memberi ikan pada bayi Ibu sebelum dia berusia 6 bulan. Setelah usia bayi Ibu mencapai 6 bulan, ikan bisa menjadi bagian dari menu yang seimbang.

· Kacang dan makanan yang mengandung kacang sebaiknya tidak diberikan kepada bayi dari keluarga dengan riwayat alergi sampai dia berusia setidaknya 3 tahun. Selain itu, jangan memberi segala jenis kacang secara utuh pada anak balita karena berisiko tersedak.

Apa yang harus dilakukan jika bayi Ibu mengalami alergi makanan

Jika menurut Ibu, bayi Ibu mengalami alergi makanan, segera konsultasikan ke dokter. Selain itu, dengan mengamati label makanan kemasan, Ibu bisa lebih mudah memutuskan apa yang sebaiknya diberikan dan tidak diberikan pada bayi Ibu.

Menelusuri Makanan Penyebab Alergi

Posted on November 8th, 2008

Dikuitip dari: http://www.infobunda.com

Ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan bila Anda ingin mencari biang keladi alergi anak Anda, yaitu:

Langkah pertama; mencatat makanan yang disantap anak dalam masa empat hari, termasuk menu utama maupun pendamping seperti kue, permen, es krim, dan semacamnya.

Langkah kedua; pilihlah makanan yang paling mungkin menyebabkan alergi dari catatan makanan tersebut. Contoh-contoh makanan yang paling mungkin menimbulkan alergi adalah: produk olahan berbahan susu, gandum, putih telur, selai kacang, jagung, buah-buahan yang asam, kedelai, atau zat tambahan pada makanan.

Langkah ketiga; untuk memastikan bahwa menghilangnya gejala-gejala alergi bukan sebagai sesuatu yang kebetulan, ulangi lagi pemberian makanan yang dicurigai sebagai penyebab alergi, dan lihat apakah tanda-tanda serta gejala-gejala yang menjadi perhatian Anda muncul lagi atau tidak. Menurut dr. William Sears, reaksi alergi pada saat itu belum tentu menandakan bahwa ia akan alergi sepanjang hidupnya. Ketika Anda memperkenalkan makanan, perkenalkanlah secara bertahap dan sedikit saja, lalu tingkatkan jumlahnya setiap 3-4 hari untuk melihat apakah tanda-tanda atau gejala-gejala muncul.

Lalu, makan apa?

Bila anak Anda terbukti alergi pada suatu jenis makanan tertentu, hentikanlah pemberian makanan tersebut untuk waktu satu minggu atau sampai ada perubahan (biasanya ada yang sampai 3 minggu). Bila anak sangat alergi terhadap satu jenis makanan tertentu, makanan itu harus disingkirkan sampai kira-kira empat bulan lamanya, lalu secara perlahan dicoba lagi sedikit demi sedikit.

Pada saat ‘menyapih’ makanan, Anda dapat memberi balita Anda sayuran segar (kecuali jagung, tomat, dan buncis), buah-buahan segar (kecuali buah beri dan jeruk nipis), avokad lumat, nasi, gandum barley, padi-padian, daging ayam, dan daging kambing. Beberapa dokter di Indonesia mengatakan bahwa daging ayam juga dapat menyebabkan alergi, karena itu untuk amannya, jenis makanan ini juga boleh dihentikan dulu konsumsinya sampai beberapa bulan.

Penelusuran terhadap makanan penyebab alergi

Dengan adanya catatan akan makanan yang berpotensi menimbulkan alergi, Anda akan terbantu untuk mengetahui keterkaitan antara gejala-gejala alergi pada anak dan makanan yang ia konsumsi sehari-hari.

Contoh mudahnya dapat dibaca berikut ini:

Makanan yang mungkin menyebabkan alergi: Susu

·Tanda-tanda dan gejala-gejalanya :
Hidung basah, diare, mata berair, batuk, sering bangun tengah malam

·Hasil setelah proses pengurangan :
Hidung mengering, batuk berkurang, diare berkurang, jarang bangun malam

·Catatan :
Tidak dapat menoleransi susu, tapi bisa menerima yoghurt dan keju

Dalam pembuatan buku catatan ini, fokuslah pada tanda-tanda yang paling objektif, yaitu ruam, perubahan BAB (diare atau sembelit, susah buang air besar), dan gejala-gejala pernapasan. Catatlah tanda yang paling bermasalah.

Enam Jenis Makan Pemicu Alergi

Posted by fikri on August 22nd, 2008 No Comments Printer-Friendly

Setidaknya terdapat 6 jenis makanan yang tak boleh diberikan kepada anak usia 0-1 tahun.

PERTUMBUHAN bayi senatiasa diiringi keinginan mencoba makan makanan yang sama dari piring Anda. Biasanya, kita tak terlalu berani membiarkannya mencoba menyantapnya. Tentu, bukan soal kandungan gizi makanan yang hendak dicoba buah hati Anda, tetapi mungkin karena takut akan kemampuan organ dalam bayi Anda dalam mengonsumsi makanan yang dimaksud.

Kekhawatiran orangtua seperti tersebut benar dan wajar. Sebab, balita Anda belum tentu siap mengonsumsi makanan yang dimaksud. Risiko anak tersedak, salah satu yang sering terjadi. Yang lainnya adalah kemungkinan dia mengalami gangguan pencernaan dan mengalami alergi.

Dari sekian kemungkinan itu, yang perlu diwasapadi adalah kemungkinan dialaminya alergi oleh si anak. Mengapa karena alergi bisa berdampak panjang terhadap anak. Langkah terbaik tentu mencegah atau tidak memberi anak makanan keras selagi ia berusia 0-6 bulan. Para pakar tumbuh kembang anak menyaranakan dalam usiaitu anak sebaiknya hanya diberi ASI. Sesudah itu barulah jika hendak memberinya makanan selain ASI dipersilahkan. Hanya saja, para pakar anak di AS menyarankan agar orangtua menghindarkan anak dari beberapa jenis makanan karena berpotensi menyebabkan alergi, khususnya untuk bayi berusia 4 - 12 bula.

Jenis makanan yang dimaksud sebagai berikut:

1. Jeruk citrus. Jangan berikan jeruk atau olahannya pada anak berusia di bawah 1 tahun. Sebab dapat memicu reaksi alergi pada anak, terutama bila memiliki riwayat alergi keturunan.

2. Putih telur. Mengonsumsi telur setengah matang, sudah menjadi kebiasaan bagi anak-anak. Tetapi, tetap saja para ahli tidak menganjurkan Anda memebrikan telur setengah matang jika sang anak belum berusia 1 tahun. Telur setengah matang, terutama bagian putihnya yang kaya protein tinggi mungkin dapat menyebabkannya alergi. Agar aman sebaiknya mulai memberinya telur setengah matang atau putih telur saat ia sudah berusia 2 tahun.

3. Madu. Madu dapat menyebabkan spora Clostridium Botulinum, penyebab botulism. Pada orang dewasa, tubuh mereka sudah dapat menahan perkembangan spora tersebut tetapi pada bayi spora ini dapat berkembang biak dengan baik dan bisa menjadi racun tubuh.

4. Kacang kacangan. Berikana kacang-kacangan kepada anak setelah dia berusia satu tahun lebih. Karena kacang-kacangan terbukti pemicu timbulnya alergi. Sebaiknya baru mulai mengenalkan anak pada kacang-kacangan saat ia berusia 3 tahun.

5. Produk Gandum. Sudah lazim bayi sudah bisa menikmati gandum baik yang ada dalam sereal dan roti ketika mereka masih berusia 6 sampai 8 bulan. Gandum adalah salah satu biji bijian yang dapat menimbulkan alergi. Jika pedulI tentang alergi yang dapat menimpa anak, tunda untuk memberikan gandum sampai anak berusia 1 tahun.

6. Kerang kerangan. Makanan laut satu ini adalah yang paling berisiko dapat menimbulkan alergi. Tunda pemberiannya sampai anak berusia 1 tahun. Jika Anda memiliki alergi terhadap kerang, tunda untuk memberikannya pada anak sampai mereka berusia 3 atau 4 tahun.

Jika Anda termasuk keluarga yang memiliki riwayat alergi, mungkin sebaiknya menunda pemberian makanan seperti coklat, jagung, kedelai, atau apapun yang dapat menyebabkan alergi. Tunggulah sampai usia anak 1 tahun. Atau sebaiknya mintalah bantuan dokter untuk membuat keputusan. Susu sapi juga perlu dipertimbangkan pemberiannya. Sebaiknya berikan susu formula saat ia berusia 1 tahun, karena bayi belum bisa mencerna protein dari susu sapi di tahun pertamanya, dan susu sapi tidak memiliki nutrisi dan mineral yang dibutuhkan anak saat itu. Konsumsi susu sapi seusia itu hanya dapat membuat anak mengalami gangguan pencernaan

Makanan yang Dihindari Hingga Usia 24 Bulan
 
 
Coklat
Alergi coklat yang sebenarnya jarang ditemukan, dalam hal ini orang alergi pada 
bijih coklat. Kebanyakan reaksi alergi terhadap coklat disebabkan intoleransi 
atau alergi pada satu atau lebih bahan atau zat penambah pada coklat. Ini 
termasuk kedelai, lesitin, susu, sirup jagung, gluten, kacang, zat pemberi rasa 
dan warna, yang juga merupakan pencetus alergi. Jika bukan bahan tersebut, 
kotoran tikus atau serangga lainnya kadangkala ditemukan dalam coklat. Hindari 
pemberian coklat hingga anak Anda berusia 24 bulan.
 
Susu rendah lemak
Anak Anda masih membutuhkan kandungan lemak dan kalori yang tinggi dari susu 
untuk pertumbuhan dan perkembangan. Begitu ia berusia 24 bulan (dan tak 
memiliki masalah perkembangan), Anda dapat mulai memberikan anak Anda susu dan 
hasil produksinya yang berlemak rendah.
 
Makanan yang menjadi pencetus alergi bagi orangtua si anak
Sebaiknya tundalah pengenalan makanan yang menjadi pencetus alergi bagi Anda 
dan suami/istri Anda. Jika Anda menyusui, hindarilah memakan semua jenis 
kacang-kacangan dan mungkin telur serta susu agar dapat membantu menunda atau 
mencegah alergi pada bayi Anda.
 
Bahaya tersedak
Daftar makanan berikut ini berbahaya karena bayi Anda belum memiliki gigi dan 
belum menguasai sepenuhnya pergerakan mulut/lidah; memberikan makanan jenis ini 
terlalu awal dapat berisiko tercekik. Dianjurkan untuk memberikan makanan di 
bawah ini hingga anak Anda berusia 2 atau 3 tahun.
 
  a.. Hot dog: Saat Anda memberikan daging pada bayi Anda, ingatlah bahwa ia 
dapat dengan mudah  tersedak akibat potongan hotdog kecuali jika Anda 
memotongnya seukuran kecil. (Jika Anda memberikan hot dog, cobalah yang untuk 
vegetarian sebagai alternatif makanan yang lebih sehat.)
  b.. Potongan besar buah, sayur (matang atau mentah), atau daging: Yang 
teraman adalah yang seukuran biji kapri.
  c.. Buah-buahan dan sayuran keras dan mentah seperti wortel: Kebanyakan 
buah-buahan dan sayuran sebaiknya dipotong-potong atau dimasak dalam ukuran 
kecil hingga bayi Anda berusia 12 bulan. Dengan demikian makanan tersebut tidak 
tersangkut di tenggorokan anak Anda. Hal yang sama juga perlu dilakukan untuk 
celery dan buncis. Saat bayi Anda berusia 12 bulan, ia dapat mulai memakan buah 
dan sayuran yang dipotong/dijus.
  d.. Keju bongkahan: Potonglah keju hingga berbentuk sangat kecil atau serpihan
  e.. Anggur utuh: Potonglah anggur, tomat ceri, dan melon dalam potongan kecil 
sebelum diberikan. Buah yang utuh dapat tersangkut di tenggorokan anak Anda.
  f.. Makanan yang kecil dan keras: Permen keras seperti gulali, 
kacang-kacangan (selain yang ditumbuk halus), brondong jagung, permen loli, 
kismis dan buah-buahan kering lainnya, biji-bijian, dan permen karet berpotensi 
menimbulkan bahaya tersedak.
  g.. Beberapa jenis makanan empuk dapat tersangkut dalam tenggorokan anak 
Anda, seperti marshmallow, permen lunak, selai kacang, permen karet
  h.. Makanan yang sulit dikunyah dan ditelan: keripik kentang atau jagung, 
potongan daging (misalnya sate), potongan daging bacon
  i.. Hindari membiarkan anak Anda makan di mobil karena sulit untuk mengawasi 
sambil mengendarai mobil
  j.. Janganlah makan sambil berjalan atau berlari
Makanan yang berpotensi tinggi menimbulkan alergi
Kebanyakan anak dapat mengatasi alergi saat usia 1 tahun dan sudah tidak alergi 
lagi saat usia 3 tahun. Namun alergi pada makanan yang juga menimbulkan alergi 
pada orangtuanya dapat menetap selama bertahun-tahun. Oleh karena itu para ahli 
menganjurkan menunda memberikan putih telur hingga usia 2 tahun, 
kacang-kacangan, kerang-kerangan, ikan, dan kacang tanah (termasuk selai 
kacang) hingga bayi Anda berusia setidaknya 3 tahun.
 
Rangkuman
      Makanan Yang Perlu Dihindari
      (untuk bayi yang berisiko rendah terkena alergi makanan)
     
      Makanan padat (termasuk sereal) atau jus
     Hingga usia 6 bulan
     
      Sayuran yang tinggi kandungan nitratnya
      ·          Sayuran berdaun hijau:bayam, selada, brokoli, kale, kubis, dan 
sayuran hijau lainnya
      ·          bit, wortel, dan buncis
      Kuning telur
     Hingga usia 8 bulan
     
      Gandum dan produksi turunannya
      Keju
      Yogurt
     Hingga usia 9 bulan
     
      Susu sapi (termasuk keju, es krim)
      Jeruk dan buah-buahan berasa masam
      Putih telur
      Kedelai
      Jagung
      Berry
      Ikan dan kerang-kerangan
      Kacang-kacangan
     Hingga usia 12 bulan
     
      Coklat
      Susu atau produk susu berlemak rendah
     Hingga usia 24 bulan
     
      Kacang-kacangan (kecuali kacang tanah)
      Makanan yang juga mencetuskan alergi pada orangtua anak
     Usia 2-3 tahun
     
      Bahaya tersedak
      ·          Hot dog
      ·          Potongan besar buah, sayur (matang atau mentah), atau daging
      ·          Buah-buahan dan sayuran keras dan mentah seperti wortel
      ·          Keju bongkahan
      ·          Anggur/ceri/berry utuh
      ·          Makanan yang kecil dan kera: Permen keras seperti gulali, 
kacang-kacangan (selain yang ditumbuk halus), brondong jagung, permen loli, 
kismis dan buah-buahan kering lainnya, biji-bijian, dan permen karet
      ·          Beberapa makanan empuk dapat tersangkut dalam tenggorokan anak 
Anda, seperti marshmallow, permen lunak, selai kacang, permen karet
      ·          Makanan yang sulit dikunyah dan ditelan: keripik kentang atau 
jagung, potongan daging (misalnya sate), potongan daging bacon
     Hingga usia 3-4 tahun

MAKANAN DIHINDARI utk MPASI

Aku kasih artikel aja yaaa biar jelas..

Perhatikan Bahan Makanan Untuk Bayi Anda!
Seiring dengan tumbuh dan berkembangnya bayi Anda, maka keingintahuannya
makin besar untuk mengambil makanan dari piring Anda – dan Anda akan lebih
tertantang untuk mengenalkan variasi makanan kepadanya.
Namun tidak semua makanan aman bagi anak Anda. Ada yang dapat menimbulkan
bahaya tersedak, ada juga
yang tidak baik bagi sistem pencernaan anak Anda yang masih berkembang, dan
yang lainnya berpotensi
sebagai pencetus alergi. (Beberapa keluarga cenderung lebih sensitif terhadap
alergi
dibandingkan keluarga
lainnya. Jika keluarga Anda termasuk salah satunya, simak terus anjuran mengenai
berapa lama menunda
pemberian jenis makanan tertentu.) Berikut adalah jenis makanan yang dihindari
berdasarkan tahapan usia
anak.

Makanan yang Dihindari Hingga Usia 6 Bulan
Semua makanan cair maupun padat: American Academy of Pediatrics (AAP), WHO,
UNICEF, dan hampir
seluruh badan kesehatan serta dokter spesialis anak menganjurkan bahwa Anda
memberikan ASI (atau susu
formula) ke bayi Anda untuk 6 bulan pertama.

Makanan yang Dihindari Hingga Usia 8 Bulan
Makanan dengan kandungan nitrat yang tinggi: Makanan seperti ini dapat
menyebabkan sindrom bayi
biru*, sehingga AAP menganjurkan untuk berhati-hati dan menunggu hingga usia 8
bulan atau lebih sebelum
Anda memasak sayuran yang memiliki kandungan nitrat yang tinggi. Yang termasuk
dalam kelompok ini
adalah sayuran berdaun hijau dan sayuran berumbi. Kandungan nitrat pada sayuran
berdaun hijau lebih tinggi
dibandingkan sayuran berumbi. Contoh sayuran berdaun hijau adalah bayam, selada,
brokoli, kale, kubis, dan
sayuran hijau lainnya. Sedangkan sayuran berumbi contohnya adalah bit, wortel,
dan
buncis; serta
daging-dagingan seperti hotdog, ham, bacon, bologna, dan salami.
Kuning Telur: Studi menunjukkan bahwa kuning telur yang dimasak hingga matang
bisa diperkenalkan pada
pola makan berimbang untuk bayi mulai usia 8 bulan tanpa menimbulkan tanda-
tanda alergi dan
meningkatnya kolesterol plasma. Namun karena risiko alergi makanan karena
memakan putih telur,
kebanyakan para pakar menganjurkan untuk tidak memberikan telur utuh ke anak-
anak sebelum usia 12
bulan. Jadi Anda dapat memberikan telur rebus matang atau orak-arik telur/omelet
selama Anda hanya
menggunakan kuning telur (dan tentu saja susu formula, keju, dan mentega).
Karena
adanya risiko keracunan
makanan akibat salmonella, pastikan untuk memasak kuning telur hingga benar-
benar matang.

Makanan yang Dihindari Hingga Usia 9 Bulan
Keju dan yogurt: Keju dan yogurt sangat baik dan merupakan makanan dasar untuk
pola makan anak yang
sehat. AAP menganjurkan untuk mengenalkan yogury pada anak pada usia 9-12
bulan. Meskipun susu sapi
sebaiknya dikonsumsi setelah usia 1 tahun sambil tetap mengkonsumsi ASI atau
susu
formula, yogurt lebih
mudah dicerna dan merupakan makanan tambahan yang tepat. (Bayi yang berasal
dari keluarga yang
memiliki sejarah alergi protein susu, bukan intoleransi laktosa, sebaiknya
menunggu
hingga berusia 1 tahun.)
Gandum atau produk gandum: Kebanyakan bayi dapat mengkonsumsi gandum (seral,
roti) ketika mereka
berusia sekitar 6 hingga 8 bulan, namun gandum adalah pencetus alergi
biji-bijian
yang paling umum. Jadi jika
Anda cemas mengenai kemungkinan alergi ini, sebaiknya memang ditunda hingga
bayi Anda berusia 12 bulan.

Makanan yang Dihindari Hingga Usia 12 Bulan
Susu sapi: Tetap berikan ASI atau susu formula hingga bayi Anda berusia 1 tahun.
Mengapa? Bayi Anda
belum dapat mencerna protein dalam susu sapi sebelum berusia 1 tahun. Selain itu
susu sapi tidak
mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan bayi dan justru mengandung mineral
dalam jumlah yang dapat
merusak ginjalnya.
Buah-buahan berasa masam dan berry: Memperkenalkan buah-buahan berasa
masam dan berry sebelum
usia 12 bulan dapat mencetuskan reaksi alergi, terutama jika ada bakat alergi di
keluarga Anda.
Putih telur: Sekarang Anda dapat memberikan kuning telur ke bayi Anda, namun
tunggulah hingga ia berusia
1 tahun sebelum memberikan putih telur yang kaya akan protein karena ada
kemungkinan bayi Anda alergi
terhadapnya. Bahkan jika memang ia berisiko tinggi terkena alergi, sebaiknya
ditunda
hingga ia berusia 2
tahun.
Madu dan sirup jagung: Kedua jenis makanan ini dapat menjadi tempat
berkembangbiaknya spora
Clostridium botulinum (botulisme) dan sebaiknya dihindari hingga bayi Anda
setidaknya berusia 12 bulan.
Saluran usus orang dewasa dapat mencegah tumbuhnya spora bakteri ini, namun
pada bayi spora tersebut
dapat tumbuh dan menghasilkan zat racun yang membahayakan jiwa.
Ikan: Ikan, terutama yang bertulang, dikenal sebagai pencetus alergi pada bayi.
Seringkali dianjurkan untuk
memberikan ikan hanya jika bayi berusia 1 tahun. Banyak yang menyarankan untuk
menunggu hingga usia 3
tahun. Namun ada juga yang menyatakan bahwa ikan aman dikonsumsi bayi berusia
9-10 bulan. Alasan lain
menunda pemberian ikan pada bayi adalah kandungan merkuri yang mungkin
terdapat pada ikan. Saat
pertama kali mengenalkan ikan, penting untuk memilih tipe ikan berdaging putih.
Pastikan Anda berkonsultasi

Prinsip Pemberian Makanan Pengganti ASI (5)
http://www.sehatgroup.web.id/artikel/
1407.asp
2 of 4 4/28/2006 4:27 PM
dengan dokter anak Anda sebelum Anda memberikan ikan, terutama kerang-
kerangan.
Kerang-kerangan: Yang termasuk kelompok ini adalah lobster, tiram, dll. Jenis
ini
dapat mencetuskan alergi
dan menyebabkan reaksi alergi yang mematikan. Oleh karena itu para pakar
menganjurkan untuk menunda
pemberian kerang-kerangan hingga bayi Anda berusia 1 tahun. Kerang-kerangan
sebaiknya tidak diberikan
pada anak yang cenderung alergi hingga berusia 3 tahun atau lebih.
Selai kacang: Kacang merupakan pencetus alergi yang utama. Sebaiknya tunggulah
hingga anak Anda
berusia lebih dari 1 tahun sebelum Anda mengenalkan selai kacang. Jika Anda atau
suami Anda alergi pada
kacang, tunggulah hingga anak Anda berusia setidaknya 3 tahun sebelum
diperkenalkan pada selai kacang.
Kacang dan sejenisnya (seperti pecan dan walnut): Jika sepertinya bayi Anda
berisiko
terkena alergi,
sebaiknya tunggulah hingga ia berusia 3 atay 4 tahun sebelum memberinya kacang;
jika tidak ia dapat mulai
mengkonsumsinya ketika ia berusia 12 bulan, selama diberikan dalam bentuk pure
atau selai kacang.
(Potongan kacang dapat menimbulkan risiko tersedak.) Pengenalan kacang dan
sejenisnya berdasarkan usia
bervariasi. Umumnya usia pengenalannya adalah:
? Setelah 1 tahun untuk anak yang tidak sensitif/alergi terhadap makanan;
? Setelah 2 tahun untuk anak yang sensitif/alergi terhadap makanan.
Jagung: Banyak yang mengatakan bahwa jagung sebaiknya diberikan setelah usia 12
bulan. Salah satu
alasannya adalah jagung berpotensi mencetuskan alergi. Alasan lainnya adalah
jagung dapat menyebabkan
bahaya tersedak. Memperkenalkan jagung setelah usia 12 bulan sebagai makanan
cemilan lebih tepat
dilakukan karena pada usia tersebut bayi seharusnya sudah dapat mengunyah
pipilan
jagung dengan benar.
Pada tahun pertama kehidupannya, penting bagi bayi untuk memperoleh semua zat
gizi yang diperlukan.
Sebenarnya jagung hanya memiliki kandungan gizi sedikit. Sebagian besar massanya
terdiri dari ampas dan
diangap sebagai makanan tanpa kalori. Sebaiknya memang menunggu pemberian
jagung karena sebenarnya
jagung sulit dicerna dan cenderung akan dikeluarkan dalam bentuk yang sama saat
dimakan.
Kedelai: Kandungan proteinnya yang tinggi membuat kedelai dapat mencetuskan
alergi pada bayi. Banyak
bayi yang alergi susu juga akan bereaksi yang sama pada kedelai. Oleh karena itu
penggunaan susu kedelai
untuk bayi yang alergi susu tidak dianjurkan. Satu-satunya cara untuk mencegah
gejala yang berkaitan
dengan alergi pada kedelai adalah menghindari makanan yang bahan bakunya dari
kedelai.

Makanan yang Dihindari Hingga Usia 24 Bulan
Coklat: Alergi coklat yang sebenarnya jarang ditemukan, dalam hal ini orang
alergi
pada bijih coklat.
Kebanyakan reaksi alergi terhadap coklat disebabkan intoleransi atau alergi pada
satu
atau lebih bahan atau
zat penambah pada coklat. Ini termasuk kedelai, lesitin, susu, sirup jagung,
gluten,
kacang, zat pemberi rasa
dan warna, yang juga merupakan pencetus alergi. Jika bukan bahan tersebut,
kotoran
tikus atau serangga
lainnya kadangkala ditemukan dalam coklat. Hindari pemberian coklat hingga anak
Anda berusia 24 bulan.
Susu rendah lemak: Anak Anda masih membutuhkan kandungan lemak dan kalori
yang tinggi dari susu
untuk pertumbuhan dan perkembangan. Begitu ia berusia 24 bulan (dan tak memiliki
masalah
perkembangan), Anda dapat mulai memberikan anak Anda susu dan hasil
produksinya yang berlemak rendah.
Makanan yang menjadi pencetus alergi bagi orangtua si anak: Sebaiknya tundalah
pengenalan
makanan yang menjadi pencetus alergi bagi Anda dan suami/istri Anda. Jika Anda
menyusui, hindarilah
memakan semua jenis kacang-kacangan dan mungkin telur serta susu agar dapat
membantu menunda atau
mencegah alergi pada bayi Anda.
Bahaya tersedak: Daftar makanan berikut ini berbahaya karena bayi Anda belum
memiliki gigi dan belum
menguasai sepenuhnya pergerakan mulut/lidah; memberikan makanan jenis ini
terlalu awal dapat berisiko
tercekik. Dianjurkan untuk memberikan makanan di bawah ini hingga anak Anda
berusia 2 atau 3 tahun.
? Hot dog: Saat Anda memberikan daging pada bayi Anda, ingatlah bahwa ia dapat
dengan mudah
tersedak akibat potongan hotdog kecuali jika Anda memotongnya seukuran kecil.
(Jika Anda
memberikan hot dog, cobalah yang untuk vegetarian sebagai alternatif makanan
yang
lebih sehat.)
? Potongan besar buah, sayur (matang atau mentah), atau daging: Yang teraman
adalah yang
seukuran biji kapri.
? Buah-buahan dan sayuran keras dan mentah seperti wortel: Kebanyakan buah-
buahan dan
sayuran sebaiknya dipotong-potong atau dimasak dalam ukuran kecil hingga bayi
Anda berusia 12
bulan. Dengan demikian makanan tersebut tidak tersangkut di tenggorokan anak
Anda. Hal yang sama
juga perlu dilakukan untuk celery dan buncis. Saat bayi Anda berusia 12 bulan,
ia
dapat mulai
memakan buah dan sayuran yang dipotong/dijus.
? Keju bongkahan: Potonglah keju hingga berbentuk sangat kecil atau serpihan
? Anggur utuh: Potonglah anggur, tomat ceri, dan melon dalam potongan kecil
sebelum diberikan.
Buah yang utuh dapat tersangkut di tenggorokan anak Anda.
? Makanan yang kecil dan keras: Permen keras seperti gulali, kacang-kacangan
(selain yang
ditumbuk halus), brondong jagung, permen loli, kismis dan buah-buahan kering
lainnya, biji-bijian,
dan permen karet berpotensi menimbulkan bahaya tersedak.

Prinsip Pemberian Makanan Pengganti ASI (5)
http://www.sehatgroup.web.id/artikel/
1407.asp
3 of 4 4/28/2006 4:27 PM
? Beberapa jenis makanan empuk dapat tersangkut dalam tenggorokan anak Anda,
seperti
marshmallow, permen lunak, selai kacang, permen karet
? Makanan yang sulit dikunyah dan ditelan: keripik kentang atau jagung, potongan
daging
(misalnya sate), potongan daging bacon
? Hindari membiarkan anak Anda makan di mobil karena sulit untuk mengawasi
sambil mengendarai
mobil
? Janganlah makan sambil berjalan atau berlari
Makanan yang berpotensi tinggi menimbulkan alergi: Kebanyakan anak dapat
mengatasi alergi saat usia 1
tahun dan sudah tidak alergi lagi saat usia 3 tahun. Namun alergi pada makanan
yang
juga menimbulkan
alergi pada orangtuanya dapat menetap selama bertahun-tahun. Oleh karena itu
para
ahli menganjurkan
menunda memberikan putih telur hingga usia 2 tahun, kacang-kacangan, kerang-
kerangan, ikan, dan kacang
tanah (termasuk selai kacang) hingga bayi Anda berusia setidaknya 3 tahun.
Dirangkum oleh Dian Safitri [LR]

RANGKUMAN
Makanan Yang Perlu Dihindari
(untuk bayi yang berisiko rendah terkena alergi makanan)
Makanan padat (termasuk sereal) atau jus
Hingga usia 6 bulan
Sayuran yang tinggi kandungan nitratnya
? Sayuran berdaun hijau:bayam, selada, brokoli, kale, kubis, dan
sayuran hijau lainnya
? bit, wortel, dan buncis
Kuning telur

Hinggausia 8bulan
Gandum dan produksi turunannya
Keju
Yogurt

Hingga usia 9bulan
Susu sapi (termasuk keju, es krim)
Jeruk dan buah-buahan berasa masam
Putih telur
Kedelai
Jagung
Berry
Ikan dan kerang-kerangan
Kacang-kacangan

Hingga usia 12 bulan
Coklat
Susu atau produk susu berlemak rendah

Hinggausia 24bulan
Kacang-kacangan (kecuali kacang tanah)
Makanan yang juga mencetuskan alergi pada orangtua anak

Usia 2-3 tahun
Bahaya tersedak
? Hot dog
? Potongan besar buah, sayur (matang atau mentah), atau daging
? Buah-buahan dan sayuran keras dan mentah seperti wortel
? Keju bongkahan
? Anggur/ceri/berry utuh
? Makanan yang kecil dan kera: Permen keras seperti gulali,
kacang-kacangan (selain yang ditumbuk halus), brondong jagung,
permen loli, kismis dan buah-buahan kering lainnya, biji-bijian, dan
permen karet
? Beberapa makanan empuk dapat tersangkut dalam tenggorokan
anak Anda, seperti marshmallow, permen lunak, selai kacang,
permen karet
? Makanan yang sulit dikunyah dan ditelan: keripik kentang atau
jagung, potongan daging (misalnya sate), potongan daging bacon

Hingga usia 3-4 tahun
Sumber:
Prinsip Pemberian Makanan Pengganti ASI (5)
http://www.sehatgroup.web.id/artikel/
1407.asp
4 of 4 4/28/2006 4:27 PM


smoga bermanfaat,
uci mamaKavin+Ija
http://oetjipop.multiply.com

--- In asiforbaby@yahoogroups.com, "Maya" wrote:
>
> Mbak Uci,
>
> Jadi sayuran apa yg aman?
> Kalau kacang panjang dan baby buncis boleh nggak?
> Aku sempet memberikan wortel beberapa kali, nggak apa-apa kan yah?
>
>
> Regards,
> Maya - Jason's Mom

Alergi Hambat Kecerdasan Anak

Alergi pada anak ternyata tak sesederhana yang semula diduga. Demikian luasnya sistem tubuh yang terganggu, sehingga alergi juga bisa menghambat kecerdasan anak dan menimbulkan gangguan perilaku. Sementara, pengobatan yang terus-menerus bukanlah jalan keluar terbaik. Apa yang mesti dilakukan orangtua?

Jika mendengar kata 'alergi', terbayang dalam benak kita sejumlah reaksi yang ditimbulkan seperti gatal-gatal pada kulit, batuk, pilek, dan bersin-bersin. Tapi sebenarnya alergi tidak sesederhana itu. Alergi juga bisa menyerang semua organ tubuh, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Yang ditimbulkan pun tak hanya sakit 'ringan', namun bisa juga gangguan intelegensia dan perilaku. Misalnya sulit konsentrasi, hilang memori sesaat, gagap, impulsif, hiperaktif, lemas kronis. Bahkan alergi bisa menyebabkan kematian jika menimbulkan syok anafilaktik, yakni menyempitnya saluran nafas di paru-paru, menurunnya tekanan darah, dan tercekiknya tenggorokan.

Sumber pemicu munculnya alergi bisa bermacam-macam, mulai dari suhu udara, debu, serbuk sari, kotoran hewan, makanan, hingga kosmetik. Seluruh bagian tubuh tanpa terkecuali bisa terserang, meski reaksi alergi lebih sering terjadi pada kulit, saluran nafas, dan saluran pencernaan.

Dr. Syawitri P. Siregar, Sp.A. (k) dari Bagian Alergi dan Imunologi Anak FKUI/RSCM Jakarta menjelaskan, berdasarakan peneltian ilmiah yang ada, alergi pada anak kebanyakan disebabkan oleh faktor keturunan. "Jika kedua orangtua mempunyai bakat alergi, kemungkinan anak terserang alergi sekitar 70-80%. Tapi, jika hanya salah satu orangtua yang punya alergi, kemungkinannya sekitar 30%."
Selain adanya faktor keturunan, alergi bisa tercetus karena faktor lingkungan. Faktor pencetus alergi dari luar ini disebut alergen, yang akan bekerja jika seorang anak membawa sifat alergi. Alergen ini sendiri dibedakan menjadi tiga, yaitu alergen hirup, makanan, dan alergen suntik. Pada alergen hirup, pemicunya paling banyak adalah tungau debu rumah, di samping serbuk sari. Reaksi alergi akibat tungau ini antara lain sesak nafas, bersin-bersin, atau batuk. Sedangakan alergen suntik disebabkan oleh gigitan serangga atau suntikan. Biasanya akan menimbulkan reaksi pada kulit, dan bentuknya bisa beragam.

Dari laporan ilmiah dalam dan luar negeri terungkap, angka kejadian alergi dari tahun ke tahun makin meningkat. Diungkapkan Syawitri, dari laporan kunjungan bayi dan anak di 7 rumah sakit di Indonesia, pasien yang datang karena reaksi alergi kulit (dermatitis atopik) menempati urutan pertama dari 10 penyakit kulit. Di RSCM sendiri, alergi kulit berada di urutan ketiga. "Alergi kulit itu kerap diiringi penyakit alergi organ yang lain seperti rinitis (alergi saluran hidung), asma, alergi makanan, alergi obat, atau sindrom penyakit lain."

Syafitri yang juga berpraktek di RS Bunda, Menteng, mengatakan, pada bayi atau anak di bawah usia 3 tahun, alergi bisa timbul karena susu sapi atau formula. Bentuk alergi yang sering terjadi pada bayi yaitu diare, kadang diikuti keluarnya darah. Jika kondisi itu tidak segera diketahui dan ditangani dengan seksama, bayi akan terserang anemia atau kurang darah. Akibatnya bayi atau batita akan terlihat pucat.
Jika seorang anak ketika semasa bayinya sudah terserang alergi karena ada faktor alergi yang dibawanya, maka ketika tumbuh menjadi remaja atau dewasa pun, reaksi alergi bisa timbul kembali dengan bentuk yang berbeda. "Meskipun, reaksi alergi ini biasanya hilang ketika anak mulai besar dan tumbuh menjadi remaja."

Turunkan Prestasi, Lambat Bicara
Menurut Dr. Widodo Judarwanto, Sp.A. dari Children Allergy Center RS Bunda Menteng, Jakarta, alergi juga dapat menggangu perkembangan otak anak sehingga mempengaruhi tingkat kecerdasan anak. Karena fungsi otaknya terganggu, pada anak akan timbul gangguan perkembangan perilaku seperti sulit konsentrasi, gangguan emosi, hingga autisme.

Hal ini dibenarkan pula oleh Syawitri. "Memang ada keterkaitan antara alergi dan kecerdasan anak. Usia 0-3 tahun kan merupakan periode yang sangat menentukan perkembangan kecerdasan anak. Jika anak mengalami reaksi alergi seperti diare, anak menjadi sering sakit. Akibatnya asupan gizi yang diperoleh pun tidak sesuai dengan yang dibutuhkan. Ini tentu sangat mempengaruhi perkembangan mental anak.

Pada anak yang terserang alergi, periode sakit yang dialami jauh lebih lama dibanding anak sehat yang kena penyakit sama. Sebagai contoh, anak sehat yang kena batuk-pilek biasanya akan sembuh dalam 5 hari. Namun pada anak alergi, baru bisa pulih setelah dua minggu atau lebih. Anak alergi juga sangat rentan terhadap infeksi virus. Jadi tidak menutup kemungkinan organ lain seperti otak bisa terserang penyakit virus atau infeksi.

Reaksi alergi, seperti batuk, bersin atau gatal-gatal kulit, menurut Widodo seringkali menyebabkan anak menjadi sulit konsentrasi. Pada anak usia sekolah, reaksi alergi ini berakibat sulit fokusnya anak pada pelajaran yang diberikan. Ketika reaksi alergi seperti gatal atau batuk timbul, si anak tidak fokus pada pelajaran yang diberikan gurunya, karena konsentrasinya terpusat pada alergi. "Anak akan menggaruk, mengeluh, atau bisa juga malas belajar karena tidak kuat dengan serangan alergi yang terus-menerus. Akibatnya prestasi belajarnya pun anjlok."

Salah satu dampak lain alergi pada anak, menurut Widodo adalah keterlambatan bicara. Namun keterkaitan antara keterlambatan bicara dan alergi ini masih harus diteliti lagi. "Beberapa penelitian menunjukkan, alergi bisa mengganggu bagian otak kiri. Tapi sebagian lagi, gangguan terjadi pada belahan otak kanan."

Keterlambatan bicara terjadi pada 3-15% anak, dan merupakan kelainan perkembangan yang paling sering terjadi. Sekitar 1% anak yang mengalami keterlambatan bicara tetap tidak dapat bicara, sekitar 30% bisa sembuh sendiri, tetapi 69% sisanya akan mengalami gangguan berbahasa, kurang pandai, atau keluhan belajar lainnya. Keluhan inilah yang punya kaitan langsung dengan alergi.

Mengutip beberapa penelitian Marshal & Colon di AS, Widodo menyatakan, alergi mempengaruhi kecerdasan dan tingkat konsentrasi anak. "Pada pasien anak yang terserang alergi rinitis, fungsi belajar verbal dan mood-nya lebih buruk dibanding pasien penyakit lain tanpa serangan alergi."

Ganggu Otak Bayi
Gejala alergi yang berlangsung terus-menerus selama lebih dari dua minggu bisa mempengaruhi gangguan bicara pada bayi bawah 1 tahun. Sejak lahir, kemampuan bicara bayi bisa diamati dengan memperhatikan ocehan yang keluar dari mulut bayi. Jika pada usia tertentu ocehan itu tidak terdengar, namun setelah dihindarinya makanan tertentu ocehan itu muncul lagi, itu menunjukkan adanya reaksi alergi. Alergi juga bisa membuat bayi agresif. Tanda agresif ini bisa dilihat dari kebiasaannya menggigit dan menjilat secara berlebihan. Pada usia awal, hal ini bisa terlihat dari kebiasaan bayi memasukkan semua tangan dan kaki ke mulut. "Pada usia 6 bulan lebih, kebisaan menggigit itu dilakukan secara berlebihan, misalnya ditandai dengan menggigit semua barang yang dipegangnya, ungkap Widodo.

Gangguan emosi sering terjadi pada anak alergi. Pada bayi sudah tampak pada teriakannya yang keras kala menangis. Bila minta minum sering tidak sabaran. Sedangkan pada anak yang lebih besar, reaksi alergi ditunjukkan dengan sikap yang mudah marah dan histeris. Bila marah semua benda yang dipegang dilempar, serta sering memukul-mukul atau membenturkan kepala.

Beberapa penelitian lain menunjukkan adanya hubungan antara penyakit alergi dengan gangguan kepribadian, seperti pemalu atau agresif. Pada tes kepribadian terlihat, pasien-pasien yang punya alergi lebih suka mengutamakan tindakan fisik dan lebih sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial, serta mempunyai mekanisme defensif yang kurang baik.

Terpenting: Alergi Makanan
Semua makanan dapat menimbulkan alergi, meski tiap makanan punya derajat alergenitas yang berbeda. Karena itu, makanan merupakan pemicu alergi yang sangat penting pada anak. Sekitar 20% anak usia 1 tahun pernah mengalami reaksi alergi terhadap makanan. Di Poliklinik Alergi Imunologi Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM, Syawitri menunjukkan hasil uji kulit terhadap penderita asma alergik.

Ditemukan, 45,31% pasien positif alergi terhadap kepiting, 37,53% alergi udang kecil, dan 26,56% alergi terhadap cokelat. Dari seluruh penderita alergi tersebut, 2,4%-nya alergi terhadap susu sapi.
Beberapa jenis makanan tertentu sering menjadi pemicu timbulnya alergi (lihat tabel). Alergi makanan ini menurut Widodo tak bisa disembuhkan, namun bisa dikontrol. Eksim misalnya, akan berkurang setelah anak mencapai usia 12 tahun. Alergi makanan pada usia 0-3 tahun 40%-nya akan berkurang jauh. Alergi susu sapi atau telur mulai berkurang pada anak usia 1 tahun ke atas. Sedang alergi ikan laut membaik di atas usia 3 tahun. "Alergi yang dimulai pada usia 15 tahun ke atas biasanya menetap hingga dewasa. Begitu juga alergi kacang tanah, udang, dan kepiting."

Pengobatan yang paling penting pada alergi makanan adalah eliminasi atau menghindari makanan yang bersifat alergen. Terapi eliminasi dalam waktu lama bisa menimbulkan efek samping yaitu terjadinya malnutrisi atau kesulitan makan pada anak. Untuk menghidarinya, sebaiknya anak dicarikan makanan pengganti yang tepat.

Beberapa obat-obatan seperti antihistamin, ketotifen, dan kortikosteroid umumnya dapat mengendalikan gejala, meski tingkat efisiensinya rendah. Imunoterapi (terapi peningkatan kekebalan tubuh) pada alergi makanan belum jelas hasilnya, bahkan hingga saat ini belum ada studi yang memadai. Pemberian ASI eksklusif mungkin bisa menjadi salah satu alternatif, karena dilaporkan dapat mencegah penyakit atopik serta alergi makanan. Kalangan para peneliti alergi sendiri masih berdebat mengenai efektifitasnya. Tapi sebagian besar peneliti berpendapat, menghindari makanan alergen pada ibu hamil dan menyusui, dan pada bayi usia dini, dapat mencegah terjadinya alergi makanan atau penyakit atopik di kemudian hari.

Faktor Penyebab Alergi

1. Faktor genetik
Alergi bisa diturunkan dari orangtua atau kakek-nenek kepada anak. Bila salah satu orangtua menderita gejala alergi, anak berisiko 17-40% kena alergi juga.
Bila kedua orangtua alergi, peluang anak menjadi 53-70%.

2. Belum matangnya sistem pencernaan
Secara alamiah lapisan lendir usus, asam lambung, enzim pencernaan, dan antibodi pada saluran pencernaan bisa menghambat masuknya alergen dalam tubuh.
Namun jika sistem ini belum matang, misalnya pada bayi dan anak-anak, alergen pun mudah masuk ke tubuh.

3. Adanya senyawa pencetus alergi
Senyawa tertentu yang bisa merangsang produksi IgE (imunoglobulin E, antibodi yang menimbulkan reaksi alergi) sudah terdapat dalam tubuh, bahkan sejak bayi dalam kandungan. IgE ini bereaksi terhadap penisilin, gandum, telur, dan susu. Jika bayi diberi susu formula, makanan dari gandum, telur, atau disuntik penisilin, reaksi alergi pun bisa timbul.

Yuk, Cegah Alergi Sejak Dini!
Bila ada riwayat keluarga, baik saudara kandung, orangtua, kakek, nenek, atau saudara dekat lainn yang kena alergi atau asma, deteksi kemungkinan alergi ini bahkan ketika anak belum dilahirkan.
Caranya:

o Ibu perlu menghindari atau minimalkan penyebab alergi sejak hamil

o Hindari pencetus alergi dari lingkungan, misalnya kecoak, serta tungau yang sering ada pada karpet, kasur kapuk, sofa, korden. Juga bulu binatang peliharaan seperti kucing, anjing.

o Tunda pemberian makanan penyebab alergi seperti telur, kacang tanah, dan ikan, sampai usia di atas 2-3 tahun

o Bila membeli makanan kemasan, biasakan untuk melihat komposisi bahan penyusunnya

o Bila bayi minum ASI, ibu juga perlu menghindari makanan penyebab alergi. Bila ASI tidak memungkinkan, gunakan susu formula hipoalergenik

o Bila timbul gejala alergi, identifikasi pencetusnya dan hindari.

ASI DAN BAYI PENDERITA ALERGI




Dr Widodo Judarwanto SpA

CHILDREN ALLERGY CLINIC
PICKY EATERS CLINIC (KLINIK KESULITAN MAKAN)
Jl Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat
telp : (021) 70081995 – 5703646
email :
wido25@hotmail.com , http://alergianak.blogspot.com



ILUSTRASI KASUS

  • Seorang ibu muda sering bertanya-tanya kenapa ya….., bayiku kok sering muntah, malam rewel, sering mulet-mulet dan ngeden, pipinya bruntusan dan nafasnya bunyi “grok-grok. Kemudian saat konsultasi ke dokter juga sering dokter mengatakan : “ngga papa bu, nanti keluhan itu juga akan hilang”. Si ibu semakin semakin bingung karena dokter tidak menjelaskan penyebab dan kenapa fenomena tersebut terjadi. Kalau normal kenapa dulu keduanya kakaknya ngga pernah mengalami hal demikian. Tapi saat second opinion dengan dokter lainnya, yah mungkin saja anak ibu alergi sebaiknya ibu jangan makan macam2. Akhirnya ibu tidak mengkonsumsi banyak makanan yang akhirnya berpengaruh pada status gizi ibu.

  • Benarkah ASI berpengaruh terhadap alergi pada bayi? Haruskah ibu menghindari makanan yang bergizi.?

    BACKGROUND
  • Alergi termasuk gangguan yang menjadi permasalahan kesehatan penting pada usia anak. Gangguan ini ternyata dapat menyerang semua organ tanpa terkecuali. Mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan berbagai bahaya dan komplikasi yang mungkin bisa terjadi. Belakangan terungkap bahwa alergi menimbulkan komplikasi yang cukup berbahaya, karena alergi dapat mengganggu semua organ atau sistem tubuh kita termasuk gangguan fungsi otak. Gangguan fungsi otak itulah maka timbul gangguan perkembangan dan perilaku pada anak.

  • Melihat demikian luas dan banyaknya pengaruh alergi yang mungkin bisa terjadi, maka deteksi dan pencegahan alergi sejak dini sebaiknya dilakukan. Gejala serta faktor resiko alergi dapat dideteksi sejak lahir, bahkan mungkin sejak dalam kandungan. Pencegahan alergi sejak dini akan mengurang resiko terjadi alergi di kemudian hari. Penghindaran makanan ibu yang memberikan ASI kepada bayi penderita alergi ternyata dapat mengurangi gejala alergi pada bayi


    DETEKSI DINI MANIFESTASI KLINIS SEJAK BAYI

    Manifestasi klinis yang sering dikaitkan dan diperberat karena reaksi alergi pada bayi.

  • GANGGUAN SALURAN CERNA : Gastrooesephageal Refluks, sering muntah, gumoh, kembung,“cegukan”, sering buang angin, sering “ngeden /mulet”, sering rewel, gelisah dan kolik terutama malam hari. Sering buang air besar (> 3 kali perhari), tidak BAB tiap hari. Kotoran berwarna hijau, gelap dan berbau tajam. Hernia Umbilikalis (pusar menonjol), Scrotalis, inguinalis (benjolan di selangkangan, daerah buah zakar atau pusar atau “turun berok”) karena sering ngeden sehingga tekanan di dalam perut meningkat. Lidah sering timbul putih (seperti jamur) dan air liur berlebihan (drooling atau ngiler). Bibir tampak kering mengelupas.

  • GANGGUAN KULIT : sering timbul bintik atau bisul kemerahan terutama di pipi, telinga dan daerah yang tertutup popok. Kerak di daerah rambut.Timbul bekas hitam seperti tergigit nyamuk. Mata, telinga dan daerah sekitar rambut sering gatal, disertai pembesaran kelenjar di kepala belakang. Kotoran telinga berlebihan kadang sedikit berbau.

  • GANGGUAN SALURAN NAPAS ; Napas grok-grok, kadang disertai batuk sesekali terutama malam dan pagi hari siang hari hilang. Sesak bayi baru lahir disertai kelenjar thimus membesar (TRDN/TTNB)

  • Sering bersin, pilek, kotoran hidung banyak, kepala sering miring ke salah satu sisi (Sehingga beresiko kepala “peyang”) karena hidung buntu. Mata sering berair atau sering timbul kotoran mata (belekan) salah satu sisi/kedua sisi.

  • Sering berkeringat (berlebihan). Kepala, telapak tangan atau telapak kaki sering teraba sumer/hangat atau bahkan kadang disertai teraba dingin dan pucat

  • Karena minum yang berlebihan atau sering minta minum berakibat berat badan lebih dan kegemukan (umur <1tahun).>

  • Mempengaruhi gangguan hormonal : keputihan/keluar darah dari vagina, timbul bintil merah bernanah, pembesaran payudara, rambut rontok, timbul banyak bintil kemerahan dengan cairan putih (eritema toksikum) atau papula warna putih

  • PROBLEM MINUM ASI : sering menangis (karena perut tidak nyaman) seperti minta minum sehingga berat badan lebih karena minum berlebihan. Sering menangis belum tentu karena haus atau bukan karena ASI kurang. Sering menggigit puting (agresif) sehingga luka. Minum ASI sering tersedak, karena hidung buntu & napas dengan mulut. Minum ASI lebih sebentar pada satu sisi, karena satu sisi hidung buntu, jangka panjang bisa berakibat payudara besar sebelah.

    Beberapa perilaku yang sering dikaitkan dan diperberat oleh reaksi alergi pada bayi.

  • MANIFESTASI NEUROLOGIS RINGAN : Mudah kaget bila ada suara yang mengganggu. Gerakan tangan, kaki dan bibir sering gemetar. Kaki sering dijulurkan lurus dan kaku. Breath Holding spell : bila menangis napas berhenti beberapa detik kadang disertai sikter bibir biru dan tangan kaku. Mata sering juling (strabismus fisiologis). Kejang tanpa disertai ganggguan EEG atau serangan kejang bukan epilepsi (EEG normal)

  • GERAKAN MOTORIK BERLEBIHAN
    Usia kurang dari 1 bulan sudah bisa miring atau membalikkan badan.
    Usia kurang dari 6 bulan: mata/kepala bayi sering melihat ke atas. Tangan dan kaki bergerak berlebihan, tidak bisa diselimuti (“dibedong”). Kepala sering digerakkan secara kaku ke belakang, sehingga posisi badan bayi “mlengkung” ke luar. Bila digendomg tidak senang dalam posisi tidur, tetapi lebih suka posisi berdiri. Sering bergerak, sering menggerakkan kepala dan badan atas ke belakang, memukul dan membentur benturkan kepala. Kadang timbul kepala sering bergoyang atau mengeleng-gelengkan kepala. Sering jatuh dari tempat tidur.

  • GANGGUAN TIDUR (biasanya malam hari) gelisah,bolak-balik ujung ke ujung; bila tidur posisi “nungging” atau tengkurap; berbicara, tertawa, berteriak dalam tidur; sulit tidur atau mata sering terbuka pada malam hari tetapi siang hari tidur terus; usia lebih 9 bulan malam sering terbangun atau tiba-tiba duduk dan tidur lagi,

  • AGRESIF DAN EMOSI MENINGKAT, sering menangis, berteriak dan bila minta minum susu sering terburu-buru tidak sabaran. Pada usia lebih 6 bulan sering memukul muka atau menarik rambut orang yang menggendong. Sering menggigit, menjilat tangan atau punggung orang yang menggendong. Sering menggigit puting susu ibu bagi bayi yang minum ASI, Setelah usia 4 bulan sering secara berlebihan memasukkan sesuatu ke mulut. Tampak anak sering memasukkan ke dua tangan atau kaki ke dalam mulut.

  • GANGGUAN KONSENTRASI : cepat bosan terhadap mainan dan bila diberi cerita bergambar sering tidak bisa memperhatikan. Tidak kerasan dalam ruangan yang sempit seperti box bayi dan ruangan sempit. Sering minta keluar ke tempat yang luas atau luar rumah.

  • GANGGUAN MOTORIK DAN KOORDINASI :
    Pada pola perkembangan motorik normal adalah bolak-balik, duduk, merangkak dan berjalan. Pada gangguan keterlambatan motorik biasanya bolak balik pada usia lebih 5 bulan, usia 6 – 8 bulan tidak duduk dan merangkak, setelah usia 8 bulan langsung berdiri dan berjalan. Gangguan mengunyah atau menelan, tidak mau makan berserat seperti sayur dan daging atau terlambat kemampuan makan nasi tim (normal usia 9 bulan).

  • KETERLAMBATAN BICARA: Tidak mengeluarkan kata umur <>

  • IMPULSIF : banyak tersenyum dan tertawa berlebihan, lebih dominan berteriak daripada mengoceh.


    KONTROVERSI DALAM ALERGI
  • ALERGI MAKANAN MASIH MISTERIUS DAN BELUM BANYAK TERUNGKAP SEHINGGA DIANTARA MASYARAKAT AWAM BAHKAN SEBAGIAN DOKTER BANYAK TERJADI KONTROVERSI TENTANG ALERGI MAKANAN SEHINGGA BANYAK PENDAPAT BERBEDA & MEMBINGUNGKAN
  • HINGGA KINI BANYAK GANGGUAN TERSEBUT DI ATAS MASIH BELUM TERUNGKAP JELAS APA PENYEBABNYA. SEHINGGA BANYAK TIMBUL PENDAPAT BERBEDA UNTUK MENDUGA PENYEBABNYA. SERINGKALI JUGA DIANGGAP MANIFESTASI NORMAL.
  • Sebagian besar gangguan klinis yang sering dianggap normal tersebut dalam literatur kedokteran adalah dinyatakan sebuah gangguan fungsional dan masih belum pasti diketahui penyebabnya. Saat ini banyak ahli masih belum sepakat penyebab hal itu timbul, sehingga banyak berbagai teori dan pendapat yang berbeda dalam menyikapi masalah klinis tersebut.
  • KENAPA KONTROVERSI TERSEBUT SERING TIMBUL, KARENA MESKIPUN TEHNOLOGI DAN PENGETAHUAN KEDOKTERAN TELAH MENINGKAT PESAT TETAPI BELUM BANYAK TERUNGKAP IMMUNOPATOGENESIS PENYAKIT. SEHINGGA BELUM BANYAK BISA MENGUNGKAPKAN PENYEBAB KETERKAITAN PERJALANAN PENYAKITNYA.
  • TETAPI TERNYATA BANYAK PENELITIAN, FAKTA ILMIAH DAN PENGALAMAN KLINIS BAHWA : BEBERAPA GANGGUAN TERSEBUT HILANG TIMBUL SECARA BERSAMAAN BERKAITAN DENGAN KONSUMSI MAKANAN TERTENTU
    SETELAH MENGALAMI SENDIRI DAN MENDENGAR KESAKSIAN ORANGTUA LAINNYA KITA MUNGKIN BARU AKAN PERCAYA FAKTA BAHWA TERNYATA ALERGI MAKANAN DEMIKIAN JAHAT & MENGGANGGU


    SERING DIANGGAP MANIFESTASI NORMAL
  • Beberapa manifestasi klinik tersebut sangat sering dijumpai pada usia bayi, atau mungkin dialami lebih dari 50% anak. Sehingga banyak pendapat baik dari awam bahkan sebagian klinisi yang mengatakan bahwa gangguan tersebut adalah normal terjadi pada semua bayi nanti juga juga membaik.
  • Tetapi bila kita cermat mengamati sebenarnya hal ini tidak terjadi pada semua bayi. Tampak jelas bila orang tua mempunyai anak lebih dari satu. Akan terlihat jelas kalau beberapa anaknya berbeda dalam mengalami gangguan-gangguan tersebut.
  • Gangguan ringan yang terjadi pada bayi ini mungkin dapat dijadikan prediksi untuk gangguan alergi dikemudian hari.
  • Gangguan sesak pada bayi baru lahir atau TRDN beresiko terjadi astma pada usia sebelum sekolah. Gejala hipersekresi bronkus atau suara napas ”grok-grok” yang terjadi pada usia bayi, ke depan anak seperti ini akan beresiko mengalami gangguan sensitif pada saluran napasnya. Anak akan beresiko mudah batuk, dan bila terkena Infeksi Saluran napas gejala batuknya lebih berat, sesak dan lebih lama sembuh.
  • Anak yang mengalami gangguan saluran cerna seperti malam sering rewel atau kolik. Di kemudian hari anak akan beresiko sensitif gangguan mengalami gangguan saluran cerna misalnya sering sakit perut, sulit BAB, sulit makan atau berat badan yang sulit naik.
  • Sedangkan bayi yang mengalami gangguan motorik yang berlebihan dan mudah bosan terhadap mainan dan ruangan sempit maka dikemudian hari beresiko terjadi gangguan konsentrasi. Gangguan ini dapat mengganggu prestasi sekolah anak.
  • Beberapa manifestasi pada usia bayi tersebut, dikemudian hari akan mengakibatkan resiko terjadinya gangguan alergi dan gangguan perilaku lainnya dikemudian hari. Gangguan alergi yang dapat terjadi di kemudian hari adalah asma, rinitis, sinusitis, Iritabel Bowel Disease (gangguan saluran cerna), migrain dan sebagainya.
  • Sedangkan gangguan perilaku yang bisa terjadi dikemudian hari adalah keterlambatan bicara, sulit tidur, gangguan konsentrasi, emosi meningkat, gangguan belajar, gangguan motorik kasar seperti mudah jatuh dan tersandung, gangguan proses mengunyah dan lain sebagainya.
  • Bahkan anak yang mempunyai bakat genetik ADHD dan Autis yang disertai alergi mungkin dapat diminimalkan gangguannya sejak dini. TETAPI JANGAN DIBALIK : ’ALERGI BUKAN PENYEBAB AUTIS”, TETAPI ALERGI HANYA MEMPERBERAT BILA SUDAH ADA BAKAT GENETIK AUTIS.

PENYEBAB ALERGI MAKANAN PADA BAYI

  • Alergi makanan lebih sering terjadi pada usia bayi atau anak dibandingkan pada usia dewasa. Hal itu terjadi karena belum sempurnanya saluran cerna pada anak. Secara mekanik integritas mukosa usus dan peristaltik merupakan pelindung masuknya alergen ke dalam tubuh. Secara kimiawi asam lambung dan enzim pencernaan menyebabkan denaturasi allergen. Secara imunologik sIgA pada permukaan mukosa dan limfosit pada lamina propia dapat menangkal allergen masuk ke dalam tubuh. Pada usus imatur sistem pertahanan tubuh tersebut masih lemah dan gagal berfungsi sehingga memudahkan alergen, virus dan bakteri masuk ke dalam tubuh. Dengan pertambahan usia, ketidakmatangan saluran cerna tersebut semakin membaik. Biasanya setelah 2 tahun saluran cerna tersebut berangsur membaik. Hal ini juga yang mengakibatkan penderita alergi sering sakit pada usia sebelum 2 tahun. Fenomena tersebut juga menunjukkan bahwa sewaktu bayi atau usia anak mengalami alergi makanan tetapi dalam pertambahan usia
  • Gejala dan tanda karena reaksi alergi pada anak dapat ditimbulkan oleh adanya alergen dari beberapa makanan tertentu yang dikonsumsi bayi. Penyebab alergi di dalam makanan adalah protein, glikoprotein atau polipeptida dengan berat molekul lebih dari 18.000 dalton, tahan panas dan tahan ensim proteolitik. Sebagian besar alergen pada makanan adalah glikoprotein dan berkisar antara 14.000 sampai 40.000 dalton. Molekul-molekul kecil lainnya juga dapat menimbulkan kepekaan (sensitisasi) baik secara langsung atau melalui mekanisme hapten-carrier.

ASI DAN ALERGI

  • ASI pasti tidak terbantahkan adalah makanan terbaik bagi bayi. Bahkan banyak penelitian mengungkapkan ASI dapat mengurangi resiko alergi pada bayi. Tetapi dibalik itu ASI kadangkala dapat menjadi petaka pada bayi, bukan karena kualitas ASI tetapi karena diet yang dikonsumsi ibulah penyebabnya.
    ·

  • Diet yang dikonsumsi ibu juga akan berpengaruh bila bayi diberikan ASI. Beberapa penelitian menunjukkan penghindaran makanan penyebab alergi pada ibu ternyata mengurangi gejala colik dan gangguan alergi lain pada bayi.
    ·

  • Yang menjadi masalah diet tapa yang berpengaruh pada bayi hingga sekarang masih dalam perdebatan. Pada dasarnya semua makanan berpotensi penyebab alergi, tetapi ternayata tidak semua makanan penyebab alergi tersebut dapat melalui ASI dengan baik. EPSGHAN dan AAAI merekomendasikan penghindaran kacang-kacangan dan ikan laut dalam pemberian ASI.
    ·

  • Judarwanto W mengadakan observasi terhadap 345 bayi dengan gangguan alergi pada bayi yang diberikan ASI. Ternyata makanan yang paling sering menjadi penyebab gangguan adalah ikan laut seperti cumi, udang, kerang, kacang, keju. Sedangkan coklat, telor, kacang hijau, melón, semangka meskipun relatif kurang dibandingkan kelompok pertama tetapi termasuk sering dikeluhkan. Sedangkan pemberian susu sapi yang dianggap sebagai penyebab makanan ibu yang sering dihindari justru lebih jarang dikeluhkan.
    ·

  • Dari penelitian tersebut penulis akhirnya dapat menggolongkan makanan yang beresiko tinggi, resiko sedang dan relatif aman.
    o Resiko tinggi sebaiknya dihindarkan setelah usia 3-6 bulan
    o sedangkan resiko sedang boleh diokonsumsi tapi jangan tiap hari
    o sedangkan relatif aman dapat dimakan tiap hari
    ·

  • Menyikapi hal tersebut sebaiknya, kita harus sadar bahwa Tuhan menciptakan sesuatu yang dilarang bagi kaum tertentu pasti ada penggantinya, Jadi para ibu yang memberikan ASI pada bayi yang alergi, bahwa setiap makanan yang diduga penyebab alergi harus ada penggantinya yang tidak kalah bagus, misalnya ikan laut jangan dikonsumsi tetapi ikan laut seperti ikan tyuna, salmon, bandeng dan sarden ternayata relatif aman, Kacang-kacangan tidak boleh tetapi ada pengganti kacang kedelai. JADI SEBAIKNYA IBU TIDAK ASAL MENGHINDARI MAKANAN YANG BERGIZI TETAPI HARUS MENGETAHUI MAKANAN PENGGANTI YANG TIDAK KALAH GIZINYA.
    ·

  • Sering ibu memvonis sendiri, dok setelah makan telor anak saya gatal-gatal, ternyata setelah dikupas lebih teliti ternyata saat itu bersamaan makan sambel yang ada terasinya, padahal terasi adalah terbuat dari udang. Atau, dok saya minum suysu sapi anak saya kok bruntusan lagi ternyata saat minum susu sapi juga mengkonsumsi gado-gado atau pecel yang ternayata ada kacang tanahnya. Sedangkan sebelumn ya minum susu sapi aman-aman saja.

  • PENANGANAN ALERGI PADA BAYI
    ·

  • Penanganan alergi yang terbaik pada bayi adalah menghindari penyebab alergi tersebut. Pada alergi makanan gejala alergi akan berkurang atau hilang bila makanan sebagai penyebabnya dihindarkan. Hanya saja secara praktis agak rumit untuk mencari penyebab pasti penyebabnya karena pemeriksaan alergi (tes alergi) tidak dapat memastikan penyebab alergi tersebut. Sehingga cara yang dianggap paling murah dan sederhana yang dapat memastikan penyebab alergi adalah dengan cara eliminasi terbuka sederhana. Bila timbul keluhan dicatat penyebab alergi terbut, meskipun alergi terhadap jenis makanan tertentu tidak berlangsung seterusnya.
    ·

  • Dengan semakin meningkatnya usia anak alergi makanan tertentu akan menghilang, kecuali makanan kacang tanah dan beberapa ikan laut kadang dapat menetap hingga usia dewasa.
    ·

  • Pemberian obat terus menerus bukanlah jalan terbaik dalam penanganan alergi, tetapi yang paling ideal adalah menghindari penyebab yang bisa menimbulkan keluhan alergi tersebut. Obat alergi secara optimal hanya dapat menekan reaksi alergi dalam waktu 12-24 jam. Bila reaksi itu berkurang maka akan timbul gejala lagi dan harus minum obat lagi. Bahkan meskipun sudah minum obat kadang hanya dapat menekan hejala alergi tetapi tidak dapat menghilangkan sama sekali. Beberapa penelitian dan dokter memberi advis untuk minum obat terus hingga alergi berkurang. Padahal kondisi alergi tiap anak berbeda ada yang berkurang setelah usdia 2-7 tahun. Apakah harus minum obat selama itu?
    ·

  • Penghindaran penyebab alergi ini harus disertai edukasi yang baik terhadap orang tua atau orang lain di lingkungan anak.
    ·

  • Pemberian obat-obatan pencegahan alergi dan obat lainnya adalah bentuk kegagalan dalam mengidentifikasi dan penghindaran penyebab alergi. Obat-obatan simtomatis, anti histamine (AHi dan AH2), ketotifen, kortikosteroid (baik topikal maupun oral), serta inhibitor sintesase prostaglandin hanya dapat mengurangi gejala sementara, tetapi umumnya mempunyai efisiensi rendah dan sudah mulai banyak ditinggalkan..

PENCEGAHAN ALERGI SEJAK DINI

  • Bila terdapat riwayat keluarga baik saudara kandung, orangtua, kakek, nenek atau saudara dekat lainnya yang alergi atau asma. Dan bila anak sudah terdapat ciri-ciri alergi sejak lahir atau bahkan bila mungkin deteksi sejak kehamilan maka harus dilakukan pencegahan sejak dini. Resiko alergi pada anak dikemudian hari dapat dihindarkan bila kita dapat mendeteksi dan mencegah sejak dini.
  • Pencegahan alergi makanan terbagi menjadi 3 tahap, yaitu pencegahan primer, sekunder dan tersier.
    1. Pencegahan Primer , bertujuan menghambat sesitisasi imunologi oleh makanan terutama mencegah terbentuknya Imunoglobulin E (IgE).. Pencegahan ini dilakukan sebelum terjadi sensitisasi atau terpapar dengan penyebab alergi. Hal ini dapat dilakukan sejak saat kehamilan.
    2. Pencegahan sekunder, bertujuan untuk mensupresi (menekan) timbulnya penyakit setelah sensitisasi. Pencegahan ini dilakukan setelah terjadi sensitisasi tetapi manifestasi penyakit alergi belum muncul. Keadaan sensitisasi diketahui dengan cara pemeriksaan IgE spesifik dalam serum darah, darah tali pusat atau uji kulit. Saat tindakan yang optimal adalah usia 0 hingga 3 tahun.
    3. Pencegahan tersier, bertujuan untuk mencegah dampak lanjutan setelah timbulnya alergi. Dilakukan pada anak yang sudah mengalami sensitisasi dan menunjukkan manifestasi penyakit yang masih dini tetap[i belum menunjukkan gejala penyakit alergi yang lebih berat. Saat tindakan yang optimal adalah usia 6 bulan hingga 4 tahun.
  • Pemberian ASI atau Susu protein hidrolisa selama bulan pertama. yang terbukti sangat kuat secara ilmiah. Sedangkan yang terbukti kuat lainnya adalah eliminasi tungau debu rumah pada awal kehidupan, eliminasi penyebab alergi pada usia > 4 – 6 bulan dan pemakaian Prebiotik. Pencegahan dengan menunda makanan padat masih belum banyak penelitian yang mengungkapkan.
  • Sedangkan pencegahan dengan Penambahan PUFA omega 3, penambahan nutrisi lain (Zn, Ca, Fe, nukleotida) dan imunoterapi masih diragukan dan perlu penelitian lebih jauh. Pemberian obat-obatan antihistamin dan ketotifen dengan efek antiinflamasi sebagai pencegahan tidak terbukti secara klinis dan sudah mulai ditinggalkan sebagai upaya pencegahan.

END POINT

  • PEMBERIAN ASI DAPAT MENGURANGI RESIKO ALERGI DI KEMUDIAN HARI
  • PEMBERIAN ASI TERNYATA BISA MENIMBULKAN MASALAH PADA BAYI, BILA DIET DARI IBU DAPAT MELALUI ASI YANG DAPAT MENGGANGGU BAYI PENDERITA ALERGI.
  • MAKANAN PENYEBAB ALERGI DAPAT DIHINDARI DAN TIDAK AKAN MENGURANGI STATUS GIZI IBU BILA MENGETAHUI MAKANAN PENGGANTINYA

MAKANAN SEHAT UNTUK IBU MENYUSUI

Setiap ibu yang melahirkan bayinya diharapkan kondisi tubuhnya tetap baik, sehat, dan menarik, sehingga ibu dapat merawat bayinya dengan baik pula. Ibu pun berharap dapat menyusui bayinya sebanyak dan selama mungkin. Dalam hal ini pangan dan gizi memegang peranan penting.

Sebaliknya, bila pada saat hamil ibu makan berlebihan tak terkendali (karena nafsu makan ibu hamil besar, terutama setelah triwulan ke-2) berat badan ibu bertambah dan ibu menjadi gemuk. Ini akan bertambah lagi pada periode menyusui, karena setelah ibu menyusukan bayinya terasa lapar dan makan. Bila sehari 6 kali menyusui, makan pun menjadi 6 kali sehari. Di sinilah ibu harus bijaksana untuk memilih dan mengatur makanannya agar selalu dapat menghidangkan menu seimbang supaya dapat mempertahankan berat badan yang ideal untuk ibu menyusui dan dapat menyusui sampai semaksimal mungkin (anjuran sampai 2 tahun).

Pada masa 0-6 bulan menyusui, seorang ibu (dengan berat badan sekitar 54 kg dan tinggi 156 cm serta memiliki kegiatan sedang) memerlukan 2.950 kalori dan 64 gram zat protein. Jumlah ini berkurang menjadi 2.750 kalori dan 60 gram zat protein pada masa 7-12 bulan menyusui (Dr. Muhilai dkk, Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan).

Selain kalori dan protein, diperlukan pula zat-zat lain seperti Vitamin A, B, B12, kalsium, zat besi, dan lainnya. Kebutuhan ini lebih besar daripada kebutuhan orang dewasa biasa.

Untuk menu sehari-hari, ibu menyusui bisa berpegang pada pedoman 4 sehat 5 sempurna dan seimbang. Karena beberapa zat gizi mempunyai sifat saling mempengaruhi yang menguntungkan atau merugikan, maka sebaiknya dalam menyusun menu menggunakan aneka ragam bahan makanan. Ibu menyusui dapat makan apa saja, tak ada pantangan. Tapi merokok, minuman beralkohol, kopi, dan teh sebaiknya tidak disajikan karena kedua bahan tersebut berpengaruh negatif pada peresapan zat besi.

Ibu menyusui umumnya makan 6 kali sehari sesuai dengan frekuensi menyusui si bayi, karena setiap habis menyusui merasa lapar. Selain cukup makan, dianjurkan pula banyak minum minuman berkhasiat yang dapat mempengaruhi produksi ASI. Misalnya sayur dengan banyak kuah seperti sayur asem daun lembayung dan kacang-kacangan, jus buah, kacang hijau, bubur kacang hijau, sup kacang merah, susu fullcream atau nonfat/susu skim, susu kedele, minuman tradisional seperti beras kencur, asem kunyit.

Resep-resep dibuat dan telah diuji oleh Tim Dapur NOVA.Foto-foto:Dudy Santoso/NOVA/nakita.Tips oleh:Ny.S.Tarwotjo

Contoh Menu Sehari Untuk Ibu Menyusui

Pagi

susu 1 gelas (200 cc)

Jam 08.00

nasi (100 gr), pecel sayuran (100 gram), semur daging (30 gram), tempe goreng atau bacem (50 gram).

Jam 11.00

sup kacang march segar (25 gram), ditambah ayam (15 gram), dan wortel (50 gram).

Jam 13.30

nasi (200 gram), pepes ikan (75 gram), daun singkong (25 gram), ayam panggang kalasan (50 gram), tahu bacem (50 gram), sayur bening daun katuk, oyong (150 gram) dan 100 gram buah sesuai musimnya.

Jam 16.00

slada buah (150 gram) atau rujak buah (150 gram), minum air kacang ijo.

Jam 19.00

Nasi (200 gram), sate ati ayam (50 gram), daging ayam (25 gram), tempe bumbu mangut (50 gram), cah aneka sayuran (100 gram), dan buah sesuai musimnya.

Jam 22.00

susu 1 gelas (200 cc)

Makanan Tepat Selama Menyusui Bayi

Di samping perawatan bayi, yang juga sangat penting adalah merawat kesehatan bunda. Sebab, kesehatan bayi sedikit banyak juga tergantung pada kondisi ibunya. Demikian pula dengan asupan makanannya, terutama bagi ibu yang menyusui. ASI yang diberikan ibu memang berkualitas dan sangat berguna bagi kesehatan dan tumbuh kembang bayi, namun mutunya tetap harus dijaga.

Santapan yang sebaiknya dikonsumsi para bunda yang sedang menyusui harus mengandung makanan bergizi, namun dalam jumlah yang lebih banyak. Menurut Dr. William Sears dalam bukunya The Baby Book, bila Anda menyantap makanan yang baik untuk Anda, Anda akan memiliki lebih banyak energi dan merasa lebih baik, seperti pada masa nifas dan saat stres karena menjadi ibu baru. Untuk gizi seimbang, Dr. Sears menyarankan kelima kelompok makanan dasar ini:

1. kelompok nasi, serealia, roti gandum, atau pasta

2.kelompok sayuran

3. kelompok buah-buahan

4. kelompok ikan, daging, unggas, kacang kering, telur, dan kacang

5. kelompok susu, yoghurt, dan keju.

Selain itu, konsumsilah makanan dari masing-masing kelompok tersebut sambil memerhatikan tiga kelompok dasar kalori:

1. Karbohidrat, harus terdapat dalam 50-55 persen dari total kalori harian, dan porsi utama dari sumber energi ini harus dalam bentuk gula sehat, terutama biji-bijian, nasi atau pasta, dan buah.

2.Lemak yang menyehatkan, yang harus terdapat dalam 30 persen dari total kalori harian.

3. Protein, harus terdapat dalam 15-20 persen dari total kalori harian.

Yang juga perlu ditambahkan ke dalam menu makanan ibu menyusui adalah:

1. Kalsium. Anda memerlukan banyak kalsium selama kehamilan dan masa menyusui. Penelitian menunjukkan bahwa kalsium yang diambil dari tulang ibu selama masa menyusui akan kembali selama dan setelah masa penyapihan, dengan kepadatan tulang yang lebih baik dibandingkan sebelum masa kehamilan.

Bila Anda tidak suka minum susu, atau alergi ketika meminumnya, gantikan dengan makanan nonsusu kaya kalsium seperti ikan sarden, kacang kedelai, brokoli, buncis, ikan salmon, tahu, daun-daunan hijau, kangkung, manisan anggur, dan jus wortel. Tambahkan juga keju dan yoghurt bila Anda tidak alergi.



2. Zat besi. Asupan makanan yang mengandung zat besi dalam jumlah cukup sangat penting bagi ibu yang baru saja melahirkan. Beberapa makanan kaya zat besi adalah ikan, unggas, dan jus buah prune. Untuk memperbaiki penyerapan zat besi dari makanan, minum atau santaplah makanan yang kaya akan vitamin C bersamaan dengan beberapa kombinasi makanan seperti daging bakso dan saus tomat, sereal kaya zat besi, dan jus jeruk.

3. Suplemen bila perlu. Anda tetap dapat mengonsumsi suplemen makanan dan vitamin selama hamil, kecuali bila dokter Anda menyarankan suplemen yang lain.

4. Air putih. Air putih adalah minuman terbaik bagi ibu menyusui. Minumlah segelas air putih (boleh juga diganti dengan jus buah sesekali), sesaat sebelum Anda menyusui. Minumlah kapan saja Anda merasa haus, minimal delapan gelas sehari. Jangan tunda minum sampai Anda selesai menyusui bayi, sebab bisa membuat Anda kekurangan cairan.

Prinsip Pemberian Makanan Pendamping ASI

Mudah2an bermanfaat ya....

Makanan yang Dihindari Hingga Usia 6 Bulan
Semua makanan cair maupun padat: American Academy of Pediatrics (AAP), WHO, UNICEF, dan hampir seluruh badan kesehatan serta dokter spesialis anak menganjurkan bahwa Anda memberikan ASI (atau susu formula) ke bayi Anda untuk 6 bulan pertama.

Makanan yang Dihindari Hingga Usia 8 Bulan
1. Makanan dengan kandungan nitrat yang tinggi

Makanan seperti ini dapat menyebabkan sindrom bayi biru*, sehingga AAP menganjurkan untuk berhati-hati dan menunggu hingga usia 8 bulan.
Yang termasuk dalam kelompok ini adalah sayuran berdaun hijau dan sayuran berumbi. Kandungan nitrat pada sayuran berdaun hijau lebih tinggi dibandingkan sayuran berumbi.
Contoh sayuran berdaun hijau adalah bayam, selada, brokoli, kale, kubis, dan sayuran hijau lainnya. Sedangkan sayuran berumbi contohnya adalah bit, wortel, dan buncis; serta daging-dagingan seperti hotdog, ham, bacon, bologna, dan salami.

2. Kuning Telur

Studi menunjukkan bahwa kuning telur yang dimasak hingga matang bisa diperkenalkan pada pola makan berimbang untuk bayi mulai usia 8 bulan tanpa menimbulkan tanda-tanda alergi dan meningkatnya kolesterol plasma. Namun karena risiko alergi makanan karena memakan putih telur, kebanyakan para pakar menganjurkan untuk tidak memberikan telur utuh ke anak-anak sebelum usia 12 bulan. Jadi Anda dapat memberikan telur rebus matang atau orak-arik telur/omelet selama Anda hanya menggunakan kuning telur (dan tentu saja susu formula, keju, dan mentega). Karena adanya risiko keracunan makanan akibat salmonella, pastikan untuk memasak kuning telur hingga benar-benar matang.

Makanan yang Dihindari Hingga Usia 9 Bulan
1. Keju dan yogurt

Keju dan yogurt sangat baik dan merupakan makanan dasar untuk pola makan anak yang sehat. AAP menganjurkan untuk mengenalkan yogurt pada anak pada usia 9-12 bulan. Meskipun susu sapi sebaiknya dikonsumsi setelah usia 1 tahun sambil tetap mengkonsumsi ASI atau susu formula, yogurt lebih mudah dicerna dan merupakan makanan tambahan yang tepat. (Bayi yang berasal dari keluarga yang memiliki sejarah alergi protein susu, bukan intoleransi laktosa, sebaiknya menunggu hingga berusia 1 tahun.)

2. Gandum atau produk gandum

Kebanyakan bayi dapat mengkonsumsi gandum (seral, roti) ketika mereka berusia sekitar 6 hingga 8 bulan, namun gandum adalah pencetus alergi biji-bijian yang paling umum. Jadi jika Anda cemas mengenai kemungkinan alergi ini, sebaiknya memang ditunda hingga bayi Anda berusia 12 bulan.
Makanan yang Dihindari Hingga Usia 12 Bulan

3. Susu sapi

Tetap berikan ASI atau susu formula hingga bayi Anda berusia 1 tahun. Mengapa? Bayi Anda belum dapat mencerna protein dalam susu sapi sebelum berusia 1 tahun. Selain itu susu sapi tidak mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan bayi dan justru mengandung mineral dalam jumlah yang dapat merusak ginjalnya.

4. Buah-buahan berasa masam dan berry

Memperkenalkan buah-buahan berasa masam dan berry sebelum usia 12 bulan dapat mencetuskan reaksi alergi, terutama jika ada bakat alergi di keluarga Anda.

5. Putih telur

Sekarang Anda dapat memberikan kuning telur ke bayi Anda, namun tunggulah hingga ia berusia 1 tahun sebelum memberikan putih telur yang kaya akan protein karena ada kemungkinan bayi Anda alergi terhadapnya. Bahkan jika memang ia berisiko tinggi terkena alergi, sebaiknya ditunda hingga ia berusia 2 tahun.

6. Madu dan sirup jagung

Kedua jenis makanan ini dapat menjadi tempat berkembangbiaknya spora Clostridium botulinum (botulisme) dan sebaiknya dihindari hingga bayi Anda setidaknya berusia 12 bulan. Saluran usus orang dewasa dapat mencegah tumbuhnya spora bakteri ini, namun pada bayi spora tersebut dapat tumbuh dan menghasilkan zat racun yang membahayakan jiwa.

7. Ikan

Ikan, terutama yang bertulang, dikenal sebagai pencetus alergi pada bayi. Seringkali dianjurkan untuk memberikan ikan hanya jika bayi berusia 1 tahun. Banyak yang menyarankan untuk menunggu hingga usia 3 tahun. Namun ada juga yang menyatakan bahwa ikan aman dikonsumsi bayi berusia 9-10 bulan. Alasan lain menunda pemberian ikan pada bayi adalah kandungan merkuri yang mungkin terdapat pada ikan. Saat pertama kali mengenalkan ikan, penting untuk memilih tipe ikan berdaging putih. Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter anak Anda sebelum Anda memberikan ikan, terutama kerang-kerangan.

8. Kerang-kerangan

Yang termasuk kelompok ini adalah lobster, tiram, dll. Jenis ini dapat mencetuskan alergi dan menyebabkan reaksi alergi yang mematikan. Oleh karena itu para pakar menganjurkan untuk menunda pemberian kerang-kerangan hingga bayi Anda berusia 1 tahun. Kerang-kerangan sebaiknya tidak diberikan pada anak yang cenderung alergi hingga berusia 3 tahun atau lebih.

9. Selai kacang

Kacang merupakan pencetus alergi yang utama. Sebaiknya tunggulah hingga anak Anda berusia lebih dari 1 tahun sebelum Anda mengenalkan selai kacang. Jika Anda atau suami Anda alergi pada kacang, tunggulah hingga anak Anda berusia setidaknya 3 tahun sebelum diperkenalkan pada selai kacang.

10. Kacang dan sejenisnya (seperti pecan dan walnut)

Jika sepertinya bayi Anda berisiko terkena alergi, sebaiknya tunggulah hingga ia berusia 3 atay 4 tahun sebelum memberinya kacang; jika tidak ia dapat mulai mengkonsumsinya ketika ia berusia 12 bulan, selama diberikan dalam bentuk pure atau selai kacang. (Potongan kacang dapat menimbulkan risiko tersedak.) Pengenalan kacang dan sejenisnya berdasarkan usia bervariasi. Umumnya usia pengenalannya adalah:

* Setelah 1 tahun untuk anak yang tidak sensitif/alergi terhadap makanan;
* Setelah 2 tahun untuk anak yang sensitif/alergi terhadap makanan.

11. Jagung

Banyak yang mengatakan bahwa jagung sebaiknya diberikan setelah usia 12 bulan. Salah satu alasannya adalah jagung berpotensi mencetuskan alergi. Alasan lainnya adalah jagung dapat menyebabkan bahaya tersedak. Memperkenalkan jagung setelah usia 12 bulan sebagai makanan cemilan lebih tepat dilakukan karena pada usia tersebut bayi seharusnya sudah dapat mengunyah pipilan jagung dengan benar. Pada tahun pertama kehidupannya, penting bagi bayi untuk memperoleh semua zat gizi yang diperlukan. Sebenarnya jagung hanya memiliki kandungan gizi sedikit. Sebagian besar massanya terdiri dari ampas dan diangap sebagai makanan tanpa kalori. Sebaiknya memang menunggu pemberian jagung karena sebenarnya jagung sulit dicerna dan cenderung akan dikeluarkan dalam bentuk yang sama saat dimakan.

12. Kedelai

Kandungan proteinnya yang tinggi membuat kedelai dapat mencetuskan alergi pada bayi. Banyak bayi yang alergi susu juga akan bereaksi yang sama pada kedelai. Oleh karena itu penggunaan susu kedelai untuk bayi yang alergi susu tidak dianjurkan. Satu-satunya cara untuk mencegah gejala yang berkaitan dengan alergi pada kedelai adalah menghindari makanan yang bahan bakunya dari kedelai.

Makanan yang Dihindari Hingga Usia 24 Bulan

1. Coklat

Alergi coklat yang sebenarnya jarang ditemukan, dalam hal ini orang alergi pada bijih coklat. Kebanyakan reaksi alergi terhadap coklat disebabkan intoleransi atau alergi pada satu atau lebih bahan atau zat penambah pada coklat. Ini termasuk kedelai, lesitin, susu, sirup jagung, gluten, kacang, zat pemberi rasa dan warna, yang juga merupakan pencetus alergi. Jika bukan bahan tersebut, kotoran tikus atau serangga lainnya kadangkala ditemukan dalam coklat. Hindari pemberian coklat hingga anak Anda berusia 24 bulan.

2 Susu rendah lemak

Anak Anda masih membutuhkan kandungan lemak dan kalori yang tinggi dari susu untuk pertumbuhan dan perkembangan. Begitu ia berusia 24 bulan (dan tak memiliki masalah perkembangan), Anda dapat mulai memberikan anak Anda susu dan hasil produksinya yang berlemak rendah.

3 Makanan yang menjadi pencetus alergi bagi orangtua si anak

Sebaiknya tundalah pengenalan makanan yang menjadi pencetus alergi bagi Anda dan suami/istri Anda. Jika Anda menyusui, hindarilah memakan semua jenis kacang-kacangan dan mungkin telur serta susu agar dapat membantu menunda atau mencegah alergi pada bayi Anda.

Makanan untuk Ibu Menyusui

Ditulis oleh irwazol di/pada Januari 1, 2008

ASI menyediakan semua nutris yang dibutuhkan oleh bayi untuk kesehatan dan tumbuh-kembangnya pada awal-awal kehidupan (0-6 bulan dianjurkan ASI ekslusif). Blog ini berisi anjuran praktis mengenai makanan bagi ibu menyusui agar tidak merugikan ibu dan bayinya.

Apa yang seharusnya saya makan?

Sangat penting untuk mengkonsumsi bervariasi makanan termasuk :

· Buah-buahan dan sayuran (dapat juga dibuat dalam bentuk jus), merupakan makanan yang kaya serat. Umumnya ibu setelah melahirkan akan mengalami konstipasi (susah BAB) yang kadang dapat sisertai nyeri. Makanan berserat dapat mengurangi keluhan ini

· Makanan yang mengandung karbohidrat seperti nasi, roti, kentang sebagai sumber energi

· Sumber protein seperti daging, dan ayam, telur, sebaiknya mengurangi ikan

· Makanan tambahan seperti susu, keju, suplement calsium

Makanan apa yang seharusnya saya hindari?

Makan ikan baik untuk kesehatan dan pertumbuhan bayi, tetapi dianjurkan untuk tidak lebih dari dua porsi dalam seminggu. Ini disebabkan zat-zat polutan yang ada pada ikan dapat ikut melalui ASI dan dapat membahayakan bayi.

Apakah perlu menghindari kacang ?

Kacang merupakan penyebab alergi yang paling sering, mengenai sekitar 1% dari manusia, alergi kacang bisa menyebabkan reaksi yang berat. Bayi anda memiliki resiko tinggi untuk terkena alergi kacang bila anda, suami anda, anak anda yang lain memiliki riwayat alergi makanan atau alergi lain seperti rhinitis alergika, asma, ekzema.

Jika bayi anda memlikiki resiko tinggi, kacang harus dihindari dari bayi anda dengan cara anda tidak mengkonsumsi kacang selama menyusui, dan setidaknya anak tidak boleh makan kacang sampai usia 3 tahun.

Apakah saya memerlukan vitamin suplemen?

Sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi suplement, terutama yang mengandung vit D minimal 10 mcg perhari.

Apakah saya perlu makan lebih ?

Tubuh ibu sangat efisien membentuk ASI jadi anda tidak perlu “makan untuk berdua”. Yang penting makan dengan “diet menu seimbang”.

Apakah saya perlu minum lebih ?

Kita seharusnya minum 6-8 gelas (1,2 liter) perhari. Jika anda menyusui anda membutuhkan lebih banyak minum air dari 6-8 gelas. Jika anda haus, ini berarti anda sudah dehidrasi, jika warna kencing anda pekat ini juga berarti anda kurang minum. Lebih baik jika anda minum sesaat sebelum menyusui bayi. Air putih, susu dan jus merupakan pilihan yang baik. Jangan minum alkohol dan kafein (kopi).

Apakah boleh saya menurunkan berat badan ?

Bukan gagasan yang baik untuk menurunkan berat badan selama anda menusui, Ini dikarenakkan anda membutuhkan energi dan anda dapat menghilangkan kebutuhan nutrisi yang seharusnya didapat oleh bayi anda. Berita baik akan terjadi pengurangan komposisi lemak tubuh dari ibu selama ia menyusui, jadi menyusui akan mempercepat mengembalikan berat badan anda seperti sebelum melahirkan. Jika anda menggunakan “diet menu seimbang”, mengurangi lemak dan gula, fisik yang aktif ini akan membantu anda untuk menurunkan berat badan.

Makanan Ibu Menyusui

Apr 8, '08 12:33 PM
for everyone

Tim BKI

by dr Salma

Ibu yang menyusui membutuhkan makanan ekstra. Untuk memproduksi 600- 800 ml ASI per hari, diperlukan tambahan kalori sebanyak 500 kkal. Bila tidak diimbangi peningkatan makanan, sumber kalori tersebut diambil dari tubuh ibunya sehingga membahayakan status gizi ibu dan bayinya.

Tidak ada makanan yang secara khusus disarankan bagi ibu menyusui. Mereka harus makan seperti biasanya, dengan menu beragam sesuai pola makan yang seimbang– empat sehat lima sempurna. Porsinya saja yang perlu ditambah, baik melalui makan besar maupun ‘ngemil’.

Beberapa tips berikut mungkin bermanfaat:

Anjuran:

  • Perbanyak minum. Ibu menyusui cenderung untuk merasa cepat haus karena sebagian air yang diminum dipakai tubuh untuk memproduksi ASI (87% kandungan ASI adalah air). Tambahkan frekuensi minum sebanyak 4- 5 gelas per hari agar tubuh tidak kekurangan cairan. Selain air putih, susu dan buah juga dapat menjadi sumber cairan. Air seni ibu hamil yang cukup minum berwarna kuning muda, kecuali bila sebelumnya mengkonsumsi vitamin B kompleks (menjadi kuning keemasan).
  • Perbanyak frekuensi makan menjadi lima kali: makan pagi, makan siang, snack sore, makan malam dan snack malam.
  • Perbanyak makanan yang kaya protein dan kalsium. Protein dan kalsium sangat diperlukan untuk produksi ASI dan pertumbuhan bayi. Kebutuhan protein minimal adalah 1 gram per kg berat badan. Konsumsi kalsium yang dianjurkan adalah 1.200 mg. Susu, yoghurt, keju, tahu dan tempe adalah sumber protein dan kalsium yang bagus. Konsumsi makanan dan buah-buahan yang mengandung Vitamin D, magnesium dan zinc juga diperlukan untuk memperlancar penyerapan kalsium.
  • Perbanyak makan buah-buahan dan sayuran yang kaya vitamin. Suplemen vitamin A, C, B1, B2, B12, niasin dan asam folat sangat diperlukan pada masa menyusui.
  • Pastikan kecukupan konsumsi zat besi agar ibu menyusui tidak anemia. Zat besi banyak terdapat pada sayuran seperti kangkung, bayam dan katuk. Katuk merupakan sayuran spesial bagi ibu menyusui, karena dalam 100 g daun katuk terdapat sekitar 2.7 mg zat besi dan 204 mg kalsium.

Pantangan:

  • Jauhi makanan yang berkalori rendah agar tidak mengurangi selera makan.
  • Jauhi rokok dan alkohol karena dapat meracuni bayi dan membuat pertumbuhannya terhambat.
  • Kurangi kafein. Bila ibu menyusui sudah terbiasa minum kopi, batasi konsumsinya hingga maksimum 2 cangkir per hari. Selain kopi, kafein juga terdapat pada coklat, teh, beberapa jenis minuman ringan dan obat.
  • Bila bayi mengalami alergi, periksa makanan apa yang telah dikonsumsi ibu. Hentikan konsumsi makanan yang menimbulkan alergi pada bayi.
  • Jangan minum obat selama masa menyusui, kecuali sudah dikonsultasikan dengan dokter.

5 Tips Wajib Bagi Ibu Menyusui

Apr 8, '08 12:32 PM
for everyone

Tim BKI

by dr Salma

Bayi yang disusui dengan ASI akan mendapatkan gizi terbaik yang tidak tergantikan bahkan oleh susu formula yang paling mahal sekalipun. Menyusui juga merekatkan jalinan cinta antara ibu dan bayinya karena:

  • Kontak kulit dengan ibunya membuat otak bayi melepaskan hormon oksitosin (”hormon cinta”) yang membuatnya tenang dan merasa terlindungi.
  • Air susu ibu (ASI) mengandung hormon koleksitokinin yang membuat bayi mudah tidur.

Berikut adalah beberapa tips bagi para ibu yang sedang menyusui:

1. Jangan menjadwalkan pemberian ASI. Susuilah bayi pada saat dia meminta dan hentikan hanya setelah dia merasa cukup, sebab:

  • Bayi memiliki lambung yang kecil dan ASI sangat mudah diserap. Semakin muda umur bayi, semakin cepat dia merasa lapar kembali. Kapasitas produksi ASI antar ibu juga bervariasi. Semakin kecil produksi, semakin sering dan lama bayi harus disusui. Hanya bayi itu sendiri yang tahu kapan saatnya harus menyusu.
  • Kandungan gizi dalam ASI yang dikeluarkan selama menyusui bervariasi. Kandungan lemak pada menit-menit awal cukup rendah, lalu meningkat terus sampai menit terakhir. Bila ibu menghentikan proses menyusui sebelum saatnya, maka bayi akan kekurangan lemak dan cepat lapar kembali.
  • Bila menyusui dilakukan secara terjadwal, dalam tiga bulan produksi ASI akan menurun. Aktivitas menyusui merangsang keluarnya hormon prolaktin yang memproduksi susu. Semakin sering menyusui, semakin besar prolaktin yang dikeluarkan. Bila ibu jarang menyusui, maka otomatis tubuhnya juga pelan-pelan akan mengurangi prolaktin yang bermanfaat dalam produksi ASI.
  • Bayi meminta menyusu bukan semata-mata karena lapar, namun juga karena kebutuhan emosional untuk disayangi dan dilindungi.

2. Jaga keseimbangan kedua payudara. Susui dengan kedua payudara secara bergantian. Setiap kali memulai, gunakan payudara yang terakhir disusukan.

3. Bantu bayi bila menunjukkan gejala akan bersendawa (Jawa: gumoh). Sendawakan dengan menggendong tegak pada pundak dan menepuk-nepuk punggungnya. Dengan begitu maka udara yang terisap bersama ASI secara perlahan akan keluar.

4. Bila ASI memancar sewaktu akan disusukan, keluarkan sedikit dengan tangan untuk menghindari bayi tersedak dan menolak susu. Caranya adalah dengan menopang payudara secara lembut dan mengurut ke arah areola sambil memutar pijatan ke sekeliling kuadran payudara. Kemudian, tekan areola dengan ibu jari dan jari-jari untuk mengosongkan ASI yang terdapat dalam sinus-sinus areola.Cara lain untuk mengeluarkan ASI adalah dengan pompa mekanik maupun listrik. Apabila terjadi pembengkakan payudara (engorgement) sebelum ASI dikeluarkan dengan pompa, sebaiknya payudara dipijat terlebih dahulu supaya ASI mudah keluar.

5. Bagi ibu yang terpaksa harus meninggalkan bayinya, simpanlah ASI agar dapat diberikan melalui botol pada saat bayi merasa lapar. ASI dapat disimpan di tempat yang bersih selama 6-8 jam. Bila disimpan di kulkas, jangan diberikan setelah melewati 2X 24 jam. ASI dapat bertahan hingga 2 minggu bila disimpan pada lemari pendingin bertemperatur di bawah 18 derajat celcius. Pembekuan ASI tidak banyak berpengaruh terhadap kandungan gizi dan zat kebal di dalamnya, asalkan tidak dipanaskan berlebihan sebelum diberikan ke bayi. Pemanasan di atas 62 derajat celcius selama 30 menit akan merusak unsur selular dan zat kebal di dalamnya (IgG, IgA dan IgN).

0 comments: